

Football5star.com, Indonesia - Eusebio Di Francesco malah ketika AS Roma takluk dari Udinese dengan skor tipis 1-0. Ia merasa permainan anak asuhnya jauh di bawah standar.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Udinese setelah mereka tak pernah meraih poin penuh dalam tujuh pertandingan terakhir. Di tujuh pertandingan tersebut, anak asuh Davide Nicola enam kali kalah dan sekali imbang.
"Ketika Anda menguasai hampir 80 persen penguasaan bola di babak pertama, yang dibutuhkan selanjutnya adalah mencetak gol," ungkap Di Francesco dikutip Football5star dari Sky Sport Italia.
Satu-satunya gol Zebrette lahir dari sepakan Rodrigo de Paul. Gol De Paul terjadi di menit ke-54 dan berawal dari lemparan ke dalam Samir. Gol mudah Udinese ini membuat Di Francesco frustasi.
"Kami tidak mampu menahan permainan di tangan kami selama 60 menit dan kemasukan dari lemparan ke dalam. Kami mendominasi pertandingan, memiliki banyak peluang untuk menjadikannya sebuah gol."
Ia juga menolak kekalahan dari Udinese adalah karena ketidak beruntungan. Ia menganggap anak asuhnya terlalu sering memberikan peluang dan ruang pada para pemain Udinese.
[caption id="attachment_171937" align="aligncenter" width="741"]
Twitter @ASRomaEN[/caption]"Ini bukan masalah nasib buruk, apalagi karena kurang percaya pada diri sendiri. Kami memberikan lawan kepercayaan diri yang lebih mereka bisa lakukan dengan baik, seperti memberikan mereka celah untuk lakukan serangan balik yang berbahaya.
"Sebuah tim yang mendominasi selama satu jam harus mencetak gol. Itu harus. Sebuah tim yang ingin menjadi besar dan kuat harus membuat tingkat kepemilikan dan penghitungan tekanan itu, itulah yang membuat saya marah," pungkasnya.
Di pertandingan selanjutnya, Roma telah ditunggu Real Madrid yang juga gagal meraih poin. Los Merengues takluk dengan skor telak, 3-0. Duel dua tim pesakitan.
[better-ads type="banner" banner="156432" ]
Kalah dari Udinese, Di Francesco Marah
#ASRoma #EusebioDiFrancesco #Udinese
Komentar
Posting Komentar