
Football5star.com, Indonesia - Xherdan Shaqiri terbilang beruntung karena sempat dilatih Pep Guardiola dan saat diasuh oleh Juergen Klopp di Liverpool. Ia kemudian membeberkan perbedaan dua pelatih yang selalu memeragakan permainan sepak bola menyerang tersebut.Shaqiri pernah merasakan tangan dingin Guardiola ketika berseragam Bayern Munich selama satu setengah musim dari Juni 2013 hingga Januari 2015. Ia pun menghabiskan 81 laga dengan koleksi 17 gol bersama Die Roten.
Pemain asal Swiss ini kemudian berpindah-pindah klub, mulai dari Inter Milan, Stoke City, hingga akhirnya berlabuh di Liverpool musim panas lalu. Perlahan tapi pasti, dirinya mulai mendapat kepercayan Klopp dan sudah memainkan 11 laga dengan mencetak dua gol serta tiga assist.
[caption id="attachment_170342" align="aligncenter" width="741"]
squawka.com[/caption]Ia mengaku lebih senang diasuh Klopp karena mendapat kepercayaan lebih di lapangan. “Bersama Klopp saya memahami diri saya dengan sangat baik dan dia tahu itu. Saya suka bekerja sama dengan orang terbuka sepertinya dan kami bisa berbicara dalam Bahasa Jerman, ini luar biasa,” kata Shaqiri kepada Blick, Minggu (18/11/2018).
“Klopp benar-benar membuat saya terkesan hingga membuat saya ingin memenangkan gelar demi dirinya,” ia menambahkan.
Lebih lanjut, pemain kelahiran Albania ini juga memahami keputusan Klopp yang tidak membawanya saat Liverpool tandang ke Crvena Zvezda. “Klopp ingin mencegah sesuatu yang buruk. Tapi di sisi lain saya ingin membantu tim di lapangan,” tegasnya.
Kendati mengaku lebih nyaman bersama Klopp, justru bersama Guardiola lah Shaqiri meraih gelar. Ia sukses menggondol Bundesliga Jerman, DFB Pokal, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa musim 2013-2014.
[better-ads type="banner" banner="156408" ]
Perbedaan Guardiola dan Klopp Menurut Shaqiri
#BayernMunich #JuergenKlopp #Liverpool #PepGuardiola #XherdanShaqiri
Komentar
Posting Komentar