
Football5star.com, Indonesia - Mantan pemain Barcelona, Dani Alves, mengungkap fakta terkait trofi Liga Champions musim 2010/11 yang diraih saat masih ditangani Pep Guardiola. Saat itu, Blaugrana tengah dalam periode emas sepanjang sejarah klub.
Barcelona di bawah arahan Guardiola memang hampir tak bisa dibendung. Performa mereka saat itu menciptakan standar baru dalam dunia sepak bola dengan permainan dari kaki ke kaki atau yang disebut Tiqui-taca.
Alves menyebut, trofi paling bergengsi bagi klub di Eropa yang saat itu mereka raih adalah hasil taruhan antara Pep dan seluruh skuat Blaugrana. Musim itu, tim asal Catalonia tersebut merengkuh dua gelar lain yakni LaLiga dan Supercopa de Espana.
"Ketika itu, Pep bilang "jika Anda semua bisa menjuarai liga, aku akan membuat kalian menjuarai Liga Champions". Seperti itulah perjanjian kami sejak awal dan itu adalah kerja kerasnya sendiri, bukan kami," katanya seperti dikutip dari Sportbible.
[caption id="attachment_172377" align="aligncenter" width="741"]
independent.co.uk/[/caption]Pemain kelahiran Juazeiro menambahkan, Guardiola adalah tipe pelatih yang sangat menghargai proses. Hasil akhir menurutnya adalah bonus yang tercapai karena berjalan dengan baiknya proses. Pep disebutkan tak pernah berhenti melakukan evaluasi untuk tim.
"Dia mempelajari bagaimana tim lawan bermain. Bahkan hebatnya, ia bisa memprediksi dan memberi tahu apa yang akan terjadi selama pertandingan. Apa pun yang terjadi di lapangan, kami tidak akan terkejut," sambungnya.
"Jika tim lawan mulai mengejar ketertinggalan, tidak pernah sekali pun ia menginstruksikan kepada kami untuk mengubah gaya bermain karena itulah satu-satunya cara kami menang," katanya lagi.
Alves merupakan pemain dengan koleksi gelar terbanyak di dunia. Bersama Barcelona saja ia berhasil memenangi tiga trofi Liga Champions, tujuh kali juara LaLiga, serta juara Copa del Rey dalam lima edisi.
Dani Alves: Trofi Liga Champions Barcelona Hasil Taruhan Guardiola
#Barcelona #DaniAlves #LigaChampions
Komentar
Posting Komentar