
Football5star.com, Indonesia - PSSI resmi menunjuk legenda Indonesia, Bima Sakti, sebagai pelatih tim nasional untuk menggantikan Luis Milla. Penunjukan ini pun menuai banyak komentar dari berbagai pihak, salah satunya dari pelatih Tim U-16, Fakhri Husaini.
Ditunjuknya Bima Sakti ini tak lepas dari ketidakjelasan kontrak Milla, yang sebelumnya dikabarkan akan memperpanjang kontrak. Namun, hingga waktu yang sudah ditentukan PSSI, pelatih asal Spanyol itu tak kunjung datang ke Indonesia.
Tak ayal, induk sepak bola tanah air ini kemudian menunjuk Bima Sakti, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten Milla. Namun, masalah baru pun muncul dari keputusan federasi ini. Apalagi pemain jebolan Primavera tersebut masih minim pengalaman.
[caption id="attachment_154606" align="aligncenter" width="741"]
@PSSI[/caption]“Menurut saya ini perjudian besar. Bima belum punya pengalaman sebagai pelatih kepala dan sekarang ditunjuk sebagai pelatih tim senior. Saya melihat ini membahayakan bagi timnas senior, berbahaya bagi PSSI dan Bima sendiri jika hasilnya tidak baik,” kata Fakhri seperti dikutip Football5star.com dari Bolasport, Rabu (24/10/2018).
Kendati menganggap naiknya Bima sebagai pelatih kepala sebagai perjudian besar, mantan pelatih PKT Bontang itu tetap mendoakan yang terbaik untuk tim senior dan Bima.
“Semoga Bima yang belum punya pengalaman mampu melewati ini semua. Kita harus mendukung sebagai warga negara, apalagi kami sebagai sesama pelatih mendukung secara personal,” ia menambahkan.
Sebagai tugas utamanya sebagai pelatih kepala, Bima sudah ditunggu Singapura pada laga perdana Piala AFF pada delapan November mendatang.
Fakhri Husaini Anggap Penunjukan Bima Sakti Sebagai Perjudian
#BimaSakti #FakhriHusaini #LuisMilla #TimnasIndonesia
Komentar
Posting Komentar