KOLOM: Vichai Srivaddhanaprabha dan Momen Indahnya di Leicester


Football5star.com, Indonesia - Mungkin tidak banyak pebisnis Thailand yang berani merambah dunia sepak bola, apalagi Liga Inggris. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Vichai Srivaddhanaprabha. Tanpa ragu, ia membeli Leicester City pada 2010 lalu.

Tentu dia bukan orang Thailand pertama yang membeli klub Inggris, karena tiga tahun sebelumnya mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, sudah lebih dulu membeli Manchester City.

Perbedaan keduanya adalah, sang pengusaha membeli Leicester ketika klub bermain di kasta kedua Inggris, Divisi Championship, sementara perdana menteri yang dikudeta itu mendapatkan City yang berada di zona nyaman Premier League.

[caption id="attachment_165053" align="aligncenter" width="741"] zimbio.com[/caption]

Di sisi lain, tampuk kekuasaan Thaksin di City hanya seumur jagung, sementara Vichai memimpin The Foxes hingga napas terakhirnya. Ya, pemilik perusahaan King Power itu dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di markas Leicester.

Memimpin The Foxes selama delapan tahun, banyak momen-momen indah yang ia lalui, baik bersama pemain, pelatih, bahkan juga fans.  Dengan keadaan Leicester yang masih karut-marut pada 2010, Vichai hanya mengeluarkan uang 39 juta pounds untuk membeli saham klub.

Walau begitu, dana 39 juta pounds tersebut sudah cukup menjadikannya sebagai juru selamat Leicester yang ketika itu berada di ambang kebangkrutan. Empat tahun kepemimpinannya, Leicester akhirnya promosi ke Premier League pada musim 2013-2014.

Transfer cerdik tanpa biaya besar menjadi keunggulan Vichai Srivaddhanaprabha. Ia tanpa ragu membeli pemain-pemain awam di telinga seperti Riyad Mahrez, Danny Simpson, Marc Albrighton, N’Golo Kante, hingga Jamie Vardy. Nama-nama ini kemudian ia percayakan kepada Claudio Ranieri sebagai peramu taktik.

Musim 2015-2016 Leicester sukses mengejutkan dunia. Pertama kali dalam sejarah, Jamie Vardy dkk mengangkat trofi Premier League. Kesuksesan ini sekaligus membuat tim-tim kaya seperti Chelsea, Manchester United, Manchester City, Arsenal, dan Liverpool terlihat bodoh di hadapan mereka. Bagaimana tidak, dari lima klub tersebut hanya The Gunners yang berhasil mengalahkan mereka back to back.

[caption id="attachment_165056" align="aligncenter" width="741"] pinterest.com[/caption]

Cerita Vichai tidak melulu di dalam lapangan saja. Seperti mayoritas orang Thailand lainnya, ia juga sangat relijius dan memegang teguh ajaran Budha. Pengusaha kelahiran Bangkok ini mengundang para biksu ke King Power Stadium untuk memberkahi para pemain dan beberapa sudut stadion.

Ia berharap dengan doa para biksu, The Foxes mampu meraih kemenangan. Banyak yang beranggapan, keberhasilan klub merengkuh trofi pada 2015-2016 tak lepas dari peran para biksu-biksu Thailand tersebut.

Di sisi lain, Vichai juga tidak lupa kepada para pemain dan suporter yang selalu mendukung Leicester. Usai klub memastikan juara liga, ia langsung menghadiahi mobil mewah kepada seluruh pemainnya. Uniknya mobil BMW i8 yang dibagikan semua berwarna biru, sesuai dengan warna kebesaran klub.

[caption id="attachment_165055" align="aligncenter" width="741"] the42.ie[/caption]

Sedangkan untuk memanjakan fans, Vichai Srivaddhanaprabha memberikan mereka sebotol bir. Menariknya, tidak ada fans yang tahu dengan hadiah ini. Pasalnya pihak klub menaruh botol bir tersebut di tiap kursi tribun.

Kehilangan pemimpin sebaik Vichai tentu sangat berat bagi seisi Leicester City. Bisa dikatakan bahwa dia satu-satunya pemilik klub asal Asia satu-satunya yang dicintai fans. Ia tidak seperti Vincent Tan (Malaysia) yang selalu mendapat penolakan dari pendukung Cardiff City karena upayanya mengganti warna kebesaran dan lambang klub, atau Tony Fernandez (Malaysia) yang tak kunjung membuat Queens Park Rangers naik tahta.

[better-ads type="banner" banner="156408" ]
KOLOM: Vichai Srivaddhanaprabha dan Momen Indahnya di Leicester

#LeicesterCity #Thailand #VichaiSrivaddhanaprabha

Komentar