
Football5star.com, Indonesia - Mantan pemilik AC Milan, Yonghong Li, saat ini tengah menghadapi masalah serius. Ia dilarang meninggalkan Cina oleh otoritas setempat setelah gagal membayar utang yang makin menggunung.
Pemerintah Cina sudah mencabut paspor Li beberapa waktu lalu. Ini dilakukan setelah pengadilan di provinsi Hubei mengeluarkan surat larangan ke luar negeri. Pengadilan mendakwa Li gagal membayar akumulasi utang pada waktu yang sudah ditetapkan.
Selain paspornya sudah dicabut, pihak berwenang juga tengah menyelidiki transaksi bisnis Li selama ini, terutama setelah ia membeli Milan. Apalagi dilaporkan ia kehilangan uang senilai 500 juta euro dari pengambilalihan I Rossoneri.
[caption id="attachment_82741" align="aligncenter" width="741"]
corrieredellosport.it[/caption]Pelarangan yang dialami Li ini pun membuat saudara Silvio Berlusconi, Paolo, angkat suara. Ia mengaku terkejut dan tidak menyangka sang pengusaha bisa terlibat masalah utang piutang.
“Saya tercengang, dia bersikap baik dengan kami selama ini dan membayar semua yang harus dia bayar. Li secara tidak sadar membayar deposit 200 juta euro tanpa membayar sisanya sebelum tanggal yang ditentukan,” kata Paolo kepada Top Calcio, Rabu (17/10/2018).
“Pemerintah Cina sudah mengubah filosofi. Li ditinggalkan sendirian, ditinggalkan oleh teman seperjalannya. Dia menemukan dirinya dalam kesulitan dan bahkan tidak menjual ke Commiso. Saya tidak pernah bertemu dengannya tapi dia menghilang karena sudah kehilangan 500 juta euro,” ia menambahkan.
Akibat kegagalan Li membayar utang kepada Elliot Management, Milan sempat dilarang ikut kompetisi Eropa. Namun, hukuman tersebut dibatalkan setelah manajemen baru melakukan banding.
[better-ads type="banner" banner="156437" ]
Utang Makin Menggunung, Yonghong Li Dilarang Tinggalkan Cina
#ACMilan #Cina #YonghongLi
Komentar
Posting Komentar