
Football5star.com, Indonesia - Insiden berdarah kembali menodai persepakbolaan Indonesia. Haringga Sirila tewas akibat pengeroyokan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) jelang laga Persib vs Persija, Minggu (23/9/2018). Terkait insiden itu, PL Liga Indonesia Baru (LIB) menuntut komitmen dari semua pihak untuk mencegah hal serupa terulang.Hal itu diungkapkan CEO PT LIB, Risha Adi Widjaya. Menurut dia, insiden di laga Persib vs Persija pada pekan ke-23 Liga 1 itu harus menjadi tamparan bagi semua pihak.
https://twitter.com/Liga1Match/status/1044024257137717248
“Kepada semua elemen pemangku sepak bola nasional, mari berkomitmen agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari sama-sama menempatkan sepak bola sebagai pemersatu bangsa,” terang Risha seperti dikutip Football5Star.com dari situs resmi Liga Indonesia.
Mengenai langkah yang akan ditempuh menyusul insiden yang memakan korban jiwa tersebut, Risha memastikan pihaknya tengah melakukan koordinasi. Dia menegaskan, koordinasi dilakukan dengan semua pihak terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Pada kesempatan itu, Risha juga menyampaikan belasungkawa. "Kami menyampaikan prihatin atas peristiwa tersebut. PT LIB selalu berusaha keras untuk menghilangkan segala bentuk kekerasan dalam sepak bola,” ucap dia.
Kematian Haringga Sirila yang dikeroyok sejumlah oknum suporter sebelum laga Persib vs Persija membuat banyak pihak marah. Tak sedikit yang meminta PT LIB melakukan moratorium terhadap Liga 1 menyusul insiden berdarah tersebut.
Laga Persib vs Persija di Stadion GBLA, Minggu, pada akhirnya dimenangi tuan rumah dengan skor 3-2. Pangeran Biru memastikan kemenangan berkat gol sundulan Bojan Malisic pada menit akhir pertandingan. Itu merupakan kemenangan pertama Persib atas Persija sejak Maret 2013.
Terkait Insiden Persib vs Persija, PT LIB Tuntut Komitmen Semua Pihak
#HaringgaSirila #PersibBandung #PersibVsPersija #PersijaJakarta #PTLIB #RishaAdiWidjaya
Komentar
Posting Komentar