
Football5star.com, Indonesia - Direktur Persija Jakarta, Gede Widiade, meminta sejumlah pihak untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), sempat meminta kompetisi sepak bola berhenti sepekan menyusul tewasnya seorang penonton di Stadion GBLA.
Gede mengatakan, banyak konsekuensi yang harus dihadapi jika nantinya kompetisi terhenti meskipun hanya sementara. Hal paling mendasar adalah menyangkut aspek ekonomi yang melibatkan banyak pihak tidak hanya klub kontestan liga.
"Tidak ada satu klub pun di Indonesia yang punya kekuatan finansial untuk membiayai operasional selama satu tahun. Sekarang sebenarnya sudah mulai banyak sponsor berdatangan. Bahkan untuk musim depan, sudah ada yang siap membiayai," kata Gede dalam acara Indonesian Lawyer Club di salah satu stasiun televisi swasta.
Haringga Sarila, seorang penggemar Persija harus meregang nyawa usai dikeroyok sekelompok orang saat hendak menyaksikan pertandingan melawan Persib Bandung. Ia tewas setelah mengalami luka serius pada beberapa bagian tubuhnya.
"Menurut saya, ke depannya harus ada regulasi yang spesifik soal pertandingan sepak bola di Indonesia. Jangan suporter yang melakukan kekerasan tapi imbasnya ke pemain dan kompetisi. Rumusan mengenasi solusi sangat perlu dilakukan," kata Gede.
[caption id="attachment_155307" align="aligncenter" width="750"]
vikingpersib.co.id[/caption]Kembali jatuhnya korban jiwa pada pertandingan Persib vs Persija menambah panjang deretan korban jaruh di kedua belah pihak. Tahun lalu di tempat yang sama, Ricko Andrea, menjadi korban pengeroyokan dan meninggal di rumah sakit beberapa hari berselang.
Direktur Persija: Jangan Gegabah Dalam Ambil Keputusan
#GedeWidiade #HarinngaSarila #PersijaJakarta
Komentar
Posting Komentar