Perjudian Inter Milan dan AS Roma Terkait Transfer Radja Nainggolan


Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com,Indonesia - Radja Nainggolan adalah satu di antara wajah-wajah baru di skuat Inter Milan musim 2018-19. I Nerazzurri tak segan merogoh kocek 38 juta euro untuk merekrut gelandang berusia 30 tahun tersebut. Sebagai timbal balik transfer Nainggolan, Inter melepas dua pemainnya ke AS Roma, yaitu Davide Santon (9,5 juta euro) dan Nicolo Zaniolo (4,5 juta euro).

radja nainggolan, inter milanPembelian Nainggolan merupakan permintaan khusus dari pelatih Inter, Luciano Spalletti. Dia ingin kembali bekerja sama dengan penggawa timnas Belgia tersebut seperti ketika masih menukangi I Giallorossi. Keinginan untuk bereuni dengan Nainggolan sudah muncul sejak Spalletti menjadi pelatih Inter pada musim 2017-18. Namun, saat itu, Roma bersikeras mempertahankan sang pemain.

Keputusan Roma membuat sejumlah kalangan mengernyitkan dahi. Pasalnya, Nainggolan memiliki peran vital di lini tengah I Giallorossi dalam empat setengah musim terakhir. Namun, pro dan kontra tidak membuat Monchi selaku direktur klub ibu kota Italia itu bergeming.


Dua Sisi Mata Uang

Bicara soal gelandang tengah, Inter Milan memiliki stok pemain yang cukup memadai. Namun, Spalletti belum puas dengan kinerja sektor tengah I Nerazzurri. Oleh sebab itu, eks pelatih Roma itu meminta kepada manajemen untuk memboyong Nainggolan ke Giuseppe Meazza.

[caption id="attachment_142816" align="alignright" width="923"]Statistik Radja Nainggolan dan gelandang Inter Milan Perbandingan statistik menyerang Radja Nainggolan dengan para gelandang Inter Milan (Squawka)[/caption]

Radja Nainggolan memang dikenal sebagai sosok gelandang petarung, baik dalam bertahan maupun menyerang. Itu dia tunjukkan pada 2016-17 atau musim terakhir Spalletti melatih Roma. Gelandang berdarah Indonesia tersebut mampu mencetak 11 gol dan lima assist di Serie A.

Hal itu yang diinginkan Spalletti. Kedatangan Nainggolan diharap bisa menghadirkan agresivitas dan energi bagi lini tengah Inter. Dengan begitu, pasokan bola kepada Mauro Icardi di lini depan meningkat dan Milan Skriniar Cs lebih merasa aman ketika lawan membangun serangan.

[caption id="attachment_142817" align="alignright" width="915"]Statistik Bertahan Radja Nainggolan dan gelandang Inter Milan Perbandingan statistik bertahan Radja Nainggolan dengan para gelandang Inter Milan (Squawka)[/caption]

 

Kendati demikian, pembelian Nainggolan bukan tanpa risiko. Tidak ada garansi dia mampu mengeluarkan potensi terbaik, mengingat kini dirinya telah berumur 30 tahun. Aspek kebugaran juga patut menjadi perhatian Inter.

Sejak ditebus dari AS Roma, pembelian termahal Inter pada musim 2018 tersebut dihantui cedera paha. Dia terkapar pada menit ke-24 laga uji coba melawan FC Sion 17 Juli lalu. Hingga kini, Nainggolan belum bisa kembali beraksi di lapangan hijau. Padahal, I Nerazzurri bakal memulai perjuangan di Serie A musim ini saat berjumpa Sassuolo pada 12 Agustus nanti.

Belum lagi, Nainggolan dikenal punya lifestyle buruk di luar lapangan. Saat diwawancarai media Belgia, HLN, pada Juli 2017, dia tak malu mengakui kebiasaannya merokok dan minum minuman keras serta terlambat datang ke sesi latihan.


Mengalah atau Berkah?

Direktur AS Roma, Monchi, merupakan sosok yang kontroversial dalam pengambilan keputusan. Bagaimana tidak? Setelah Alisson Becker, dia memutuskan untuk menjual Nainggolan. Bedanya, Alisson dilego ke Liverpool dan Radja Nainggolan bergabung dengan Inter Milan yang notabene rival I Giallorossi di Serie A.

Sebuah kebetulan atau bukan, selama memiliki Nainggolan (2014-2018), Roma selalu unggul atas Inter di klasemen akhir Serie A pada akhir musim. Satu hal yang pasti, kinerja gelandang Belgia tersebut di lini tengah turut mendongkrak performa tim secara keseluruhan. Bersama Roma, Nainggolan mengemas 33 gol dan 29 assist dari 209 laga di semua ajang.

Roma tentu akan menyesali keputusannya apabila Nainggolan justru berhasil membawa Inter finis di atas Roma pada Serie A musim ini. Kemungkinan tersebut terbuka lebar. Salah satu faktornya adalah keberadaan Spalletti yang pernah mengorbitkan karier Nainggolan.

Kejelian Monchi dan Di Francesco mendapat ujian. Roma mendapat uang sebesar 38 juta euro hasil penjualan Nainggolan. Sebagai gantinya, Monchi mencoba mengakomodir kebutuhan Di Francesco. Itu terlihat dari beberapa gelandang anyar I Giallorossi

[caption id="attachment_142822" align="alignleft" width="357"]davide santon, nicolo zaniolo, inter milan, as roma AS Roma rekrut dua pemain Inter Milan, Davide Santon dan Nicolo Zaniolo (Corriere dello Sport)[/caption]

Sebut saja, Javier Pastore (Paris Saint-Germain), Ante Coric (Dinamo Zagreb) dan Bryan Cristante (Atalanta). Dua nama pertama adalah gelandang serang yang bisa bermain di sektor tengah. Tipikal keduanya bertolak belakang dengan Nainggolan. Kedatangan mereka diharap bisa menjawab keinginan Di Francesco akan kreativitas dan permainan atraktif yang berpusat di sektor tengah.

Roma pun mendapat dua pemain Inter Milan sebagai bentuk timbal balik transfer Nainggolan, yakni Santon dan Zaniolo. Berusia 27 tahun, Santon dianggap cukup matang untuk menghadirkan solusi bek kanan. Musim lalu, Alessandro Florenzi terpaksa sering bermain di pos tersebut. Il Lupi juga mendapatkan pemain potensial dalam diri Zaniolo. Jika bakatnya terus ditempa, bukan mustahil gelandang berusia 19 tahun itu bisa menjadi masa depan Roma.
Perjudian Inter Milan dan AS Roma Terkait Transfer Radja Nainggolan

#ASRoma #InterMilan #RadjaNainggolan

Komentar