
Football5Star.com, Indonesia - Ada hal menarik dari kekalahan timnas Kroasia dari timnas Prancis di final Piala Dunia 2018, Minggu (15/7/2018). Bagi bek tengah Dejan Lovren, itu menjadi pil pahit keempat yang harus ditelannya dalam empat final beruntun.Sebelumnya, dalam tiga final di ajang lain -semuanya bersama Liverpool, Lovren juga mengalami kekalahan. Mei lalu, di tengah optimisme luar biasa, The Reds takluk 1-3 dari Real Madrid di final Liga Champions. Padahal, menilik sepak terjang menuju final, banyak pihak memprediksi mereka akan menyudahi kedigdayaan Los Blancos.
[caption id="attachment_138266" align="alignleft" width="357"]
bakersfield.com[/caption]Dua musim ke belakang, dua kekalahan sekaligus dialami Lovren dan Liverpool dalam laga penentuan juara. Di final Liga Europa, mereka kalah 1-3 dari Sevilla. Hal serupa dialami di Piala Liga Inggris. The Reds dipaksa bertekuk lutut oleh Manchester City. Imbang 1-1 selama 120 menit, Liverpool takluk 1-3 dalam adu penalti.
Satu hal yang patut dicatat, secara pribadi, Lovren hanya mengalami langsung tiga kekalahan di final. Saat The Reds kalah dari The Citizens di final Piala Liga Inggris 2015-16, dia tak dimainkan oleh manajer Juergen Klopp.
Terlepas dari hal itu, fakta kegagalan di beberapa final membuat Lovren dicemooh di media sosial. Gara-garanya, usai laga semifinal Piala Dunia 2018, dia dengan sombong mengklaim sebagai salah satu bek terbaik dunia. Meskipun didukung oleh Klopp dan pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, klaim itu membuat banyak orang kaget.
Mengenai kekalahan di final Piala Dunia 2018, Lovren mengaku sangat kecewa. Seperti Dalic dan gelandang Ivan Rakitic, dia menilai timnas Kroasia bermain lebih baik dari timnas Prancis yang lantas juara. Secara khusus, mantan bek Olympique Lyon itu menuding wasit Nestor Pitana.
"Sulit menerima hasil laga final ini karena aku yakin kami bermain lebih baik. Namun, aku masih bangga karena kami telah melakukan yang terbaik di lapangan. Tim terbaik tak selalu menang," cetus dia usai laga seperti dikutip Football5Star.com dari Tribuna. "Wasit memegang peranan penting pada babak pertama pertandingan."
Tahukah Anda?
Soal kekalahan di final dalam waktu berdekatan, Dejan Lovren masih lebih beruntung dari Michael Ballack. Pada 2002, Ballack mengalami kekalahan di final Piala Dunia, Liga Champions, dan DFB Pokal.
Pil Pahit Keempat Beruntun untuk Lovren
#DejanLovren #Liverpool #PialaDunia2018 #TimnasKroasia
Komentar
Posting Komentar