Qatar Bantah Tudingan Sabotase Rival


Banner Footbal Live Star-Football5star


Football5Star.com, Indonesia - Komite Piala Dunia Qatar membantah keras tudingan kampanye hitam yang dilancarkan Sunday Times. Dalam pernyataan resminya, Supreme Committee of Delivery and Legacy Qatar menyatakan hasil investigasi surat kabar Inggris itu keliru.

"Komite tertinggi menolak setiap dan semua tuduhan yang dialamatkan oleh Sunday Times. Kami telah menginvestigasi secara menyeluruh dan tengah menyiapkan semua informasi terkait penawaran kami (untuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2022). Termasuk investigasi resmi yang dilakukan pengacara asal AS, Michael Garcia," jelas keterangan resmi pihak Qatar seperti dikutip Football5Star.com dari SBS.

[caption id="attachment_141086" align="alignright" width="357"]Qatar saat dinyatakan memenangi pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022. zimbio.com[/caption]

Lebih jauh ditegaskan, pihak Qatar selalu berada di jalur yang ditetapkan FIFA. "Kami telah secara ketat mengikuti semua aturan dan regulasi FIFA untuk proses penawaran tuan rumah Piala Dunia 2018-2022 yang ditetapkan FIFA," tambah pernyataan resmi tersebut.

Bantahan itu dibuat setelah Sunday Times merilis laporan investigasi yang mengungkapkan pihak Qatar telah membuat propaganda palsu untuk melemahkan dua rivalnya, Amerika Serikat dan Australia.

Dalam laporannya, Sunday Times mengklaim telah mendapatkan dokumen yang membuktikan permainan curang negeri Asia tersebut. Mereka menyatakan, tim pencalonan telah menggunakan jasa Agensi PR dan mantan anggota CIA untuk membuat propanda palsu tentang para kompetitor utama.

Di samping itu, negeri semenanjung itu juga dituduh merekrut figur-figur terkenal dari negeri kompetitor. Mereka disuruh mengkritisi pencalonan negeri masing-masing. Itu dilakukan agar ada kesan pencalonan tersebut tak mendapat dukungan luas. Hal tersebut benar-benar bertentangan dengan aturan yang ditetapkan FIFA.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan, pihak Qatar telah membayar seorang profesor sebesar 9.000 dolar AS. Sang profesor disuruh membuat laporan negatif tentang biaya ekonomi Piala Dunia di AS. Selain itu, mereka juga menyewa jurnalis dan blogger untuk menulis artikel-artikel negatif tentang para pesaing utama dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022 tersebut.


Tahukah Anda?

Qatar adalah negara Asia ketiga yang menjadi tuan Rumah Piala Dunia. Dua negara Asia yang lebih dulu menggelar event akbar empat tahunan itu adalah Korea Selatan dan Jepang saat jadi tuan rumah bersama pada 2002.
Qatar Bantah Tudingan Sabotase Rival

#FIFA #MichaelGarcia #PialaDunia #Qatar #SundayTimes

Komentar