
Football5star.com, Indonesia - Penjualan aset berserjarah sepak bola Inggris, Stadion Wembley mendapat tanggapan beragam dari publik. Akan tetapi, Football Association (FA) selaku otoritas sepak bola Inggris menolak apabila kebijakan mereka tersebut sebagai sebuah pengkhianatan.[caption id="attachment_120489" align="alignright" width="300"]
zimbio.com[/caption]Miliarder asal Pakistan, Shahid Khan kabarnya menggelontorkan dana sebesar 900 juta pounds untuk membeli Stadion Wembley tersebut. Menurut pemilik Fulham tersebut, uang sebesar itu bisa digunakan FA untuk mengurusi pengembangan sepak bola akar rumput di Inggris.
Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Martin Glenn mendukung kebijakan tersebut. Meski diakuinya ada beberapa faksi dalam FA yang tak mendukung kebijakan tersebut.
"Menerima tawaran untuk menjual Stadion Wembley bukanlah sebuah pengkhianatan," kata Glenn seperti dikutip Football5star dari ESPNFC, Rabu (30/5/2018).
"Apa yang kami miliki di depan kami hanyalah sebuah peluang. Untuk melepaskan jumlah investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dalam komunitas sepak bola," sambungnya.
Salah satu tokoh yang menolak penjualansStadion berkapasitas 90.000 penonton tersebut adalah Anggota Dewan FA, Brian Adshead. Dirinya menilai bangunan tersebut merupakan kebanggan bagi publik Inggris.
"Kita tetap memiliki stadion. Kami tidak ingin menjualnya sama sekali. Kami dapat terus meningkatkan pendapatan untuk seluruh pertandingan dengan bergantung pada seluruh stadion," ucapnya.
Sebelumnya beredar kabar bahwa ada beberapa klausul yang ditawarkan dalam proposal penjualan Stadion Wembley. Diantaranya adalah tidak berganti nama dan tetap bisa digunakan untuk kandang bagi Timnas Inggris bermain.
FA Tepis Isu Miring Soal Rencana Penjualan Wembley
#FA #ShahidKhan #StadionWembley
Komentar
Posting Komentar