
Football5star.com, Indonesia – Pelatih kepala PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman, mengaku anak asuhnya seharusnya dapat menang besar melawan Arema FC pada Liga 1 pekan ke-11, Sabtu (26/5/2018).. Laga tersebut berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.Ayam Kinantan berhasil memastikan 3 poin melalui brace dari Wilfried Yessoh. Pemain asal Pantai Gading tersebut berhasil membuat kedua golnya sesaat menjelang turun minum. Ia berhasil memanfaatkan situasi bola muntah yang sebelumnya membentur mistar gawang Arema.
[caption id="attachment_99613" align="alignleft" width="300"]
liga-indonesia.id[/caption]"Jujur kami menang segalanya dari Arema, tapi saya tidak puas dengan penyelesaian akhir tim saya, harusnya kami bisa menang lebih dari dua gol, saya akan mengevaluasi kerja pemain depan yang sampai saat ini sering membuang peluang, walaupun menang," ungkap pelatih yang akrab disapa Djanur itu.
Walaupun berhasil mengalahkan Singo Edan, Djanur mengaku tetap respek kepada anak asuh dari Milan Petrovic. Menurut mantan taktisi Persib Bandung itu, Arema bermain bagus di babak kedua dan mampu meladeni permainan anak asuhnya. Bahkan, Dendi Santoso dkk sempat menekan pertahanan PSMS di penghujung babak kedua.
"Menyikapi setiap kemenangan kami mengajak pemain untuk bersyukur, ini kerja keras kita, saya sangat mengapresiasi pemain, mental mereka terjaga meski setelah kalah tandang, pulang ke kandang tetap bisa main bagus, dan enak ditonton, seperti kali ini melawan Arema," pungkasnya.
Djanur Sayangkan Penyelesaian Akhir yang Buruk
#AremaFC #DjadjangNurjaman #PSMSMedan
Komentar
Posting Komentar