Terkait Pita Kuning, Guardiola Akui Langgar Aturan FA


Football5Star.com, Indonesia - Pep Guardiola, manajer Manchester City, mengakui pemakaian pita kuning dalam beberapa pertandingan adalah bentuk pelanggaran terhadap aturan Football Association (FA). Untuk itu, dia siap membayar denda jika FA menjatuhkan hukuman. Meskipun demikian, dia berkeras bahwa pita kuning itu bukan simbol politik, melainkan simbol kemanusiaan.

Pengakuan itu disampaikan Guardiola dalam tanggapan atas tuntutan yang diajukan FA, Senin (5/3/2018). Namun, menurut PA Sport, pelatih asal Katalonia itu tidak menyampaikan penyesalan apalagi minta maaf atas perbuatannya. Dia hanya mengakui keberadaan peraturan yang dilanggarnya.

[caption id="attachment_108440" align="alignleft" width="357"]Pita kuning di salah satu sudut Kota Barcelona. bostonherald.com[/caption]

Guardiola sama sekali tak mengubah pendiriannya. Dia berkeras, pita kuning yang dipakai dalam beberapa laga terakhir di berbagai ajang bukanlah simbol politik. Menurut dia, itu adalah lambang kemanusiaan terkait penangkapan dan penahanan aktivisi kemerdekaan Katalonia oleh pemerintah Spanyol.

Pandangan mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut bertentangan dengan penilaian FA. CEO FA, Martin Glenn menegaskan, pita yang dipakai Guardiola sama dengan simbol-simbol politik lain macam swastika dan palu arit. Meskipun bentuknya sama, pita kuning yang dipakai manajer berumur 47 tahun itu berbeda dengan pita hitam dalam kampanye HIV/AIDS.

Sejak awal, Guardiola menyatakan siap untuk menanggalkan pita kuning tersebut asalkan ada larangan yang jelas. Dia juga siap menerima hukuman apa pun. "Saya berharap sesegera mungkin berhenti memakainya," kata dia beberapa pekan lalu. "Jika FA atau UEFA memutuskan untuk menjatuhkan hukuman, saya siap menerimanya."
Terkait Pita Kuning, Guardiola Akui Langgar Aturan FA

#FA #ManchesterCity #PepGuardiola #PitaKuning #PremierLeague

Komentar