5 Ayah dan Anak di Tim Nasional Belanda


Football5Star.com, Indonesia - Pepatah yang mengatakan ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’ sangat cocok disematkan pada tim nasional Belanda. Bagaimana tidak, cukup banyak pesepak bola Negeri Kincir yang mewarisi kehebatan ayahnya.

Belanda bisa dikatakan sebagai negara sepak bola yang cukup unik dalam hal pemain yang berasal darah yang sama. Selama ini kita mengenal beberapa saudara yang berada di satu lapangan De Oranje, seperti Frank dan Ronald De Boer, atau Ronald serta Erwin Koeman.

Kali ini cerita serupa tapi tak sama kembali mewarnai tim yang sekarang dilatih Ronald Koeman ketika Justin Kluivert memulai debutnya bersama timnas. Dari namanya saja kita sudah bisa menebak bahwa dia adalah titisan sang ayah, Patrick Kluivert. Tapi keduanya pun bukan ayah dan anak pertama yang memperkuat Belanda.

Setidaknya ada 5 ayah dan anak lainnya yang pernah mewarnai Timnas Belanda:
  1. Johan Cruyff dan Jordi Cruyff


[caption id="attachment_112970" align="alignleft" width="300"] barcablog.com[/caption]

Johan Cruyff bisa dibilang sebagai talenta terhebat yang dimiliki Belanda hingga saat ini. Kendati tidak pernah membawa negaranya menjuarai Piala Dunia, kehebatan Johan berhasil menyihir dunia lewat permainannya. Kerap menjadi runner up bersama timnas, prestasinya justru mentereng di tingkat klub bersama Ajax Amsterdam dan Barcelona.

Memiliki nama besar tentu membuat banyak orang menerka-nerka bagaimana nasib sang anak, Jordi Cruyff, di sepak bola. Sayangnya karier Jordi jauh dari kata mendekati. Ia hanya sembilan kali berkostum Orange dengan torehan satu gol. Sedangkan di tingkat klub, kariernya pun tidak lebih baik. Kendati pernah berkostum Barcelona dan Manchester United, Jordi tidak pernah menjadi pilihan utama pelatih.
  1. Jerry de Jong dan Nigel de Jong


[caption id="attachment_112973" align="alignright" width="300"] varzesh11.com[/caption]

Jerry dan Nigel de Jong memiliki jalan karier yang berkebalikan dari Johan serta Jordi. Jerry yang berkiprah di sepak bola pada era 90-an tercatat hanya tiga kali berkostum Belanda tanpa mencetak satu gol pun. Namun, namanya cukup harum di telinga pendukung PSV Eindhoven dengan mempersembahkan dua gelar Eredivisie pada musim 1990-1991 dan 1991-1992.

Tongkat estafet Jerry kemudian diteruskan sang anak, Nigel, dengan torehan yang lebih membanggakan. Di tingkat klub, ketika ayahnya hanya berkutat di dalam negeri, Nigel sudah melanglang buana ke beberapa kompetisi top Eropa seperti Inggris, Italia, dan Jerman. Kariernya di Timnas pun sangat membanggakan dengan mengemas 81 caps dan membawa Belanda menjadi finalis Piala Dunia 2010 lalu.
  1. Martin Koeman dan Ronald Koeman


[caption id="attachment_112974" align="alignleft" width="300"] vi.nl[/caption]

Siapa sangka jika kehebatan Ronald Koeman selama ini merupakan warisan dari ayahnya, Martin Koeman. Bahkan pria yang kini menjadi juru taktik Belanda memiliki karier yang lebih cemerlang dari sang ayah. Sukses menggenggam Piala Eropa bersama negaranya pada 1988, karier Ronald kian harum di tingkat klub dengan merengkuh Liga Champions bersama PSV Eindhoven dan Barcelona.

Torehan-torehan tersebut tak bisa dirasakan Martin. Selama memperkuat Heerenveen, Groningen, dan beberapa tim semenjana lainnya, pria yang telah meninggal pada 2013 lalu ini gagal mengangkat trofi. Karier mandeg Martin pun berlanjut di tim nasional Belanda, yang mana dirinya hanya mencatatkan dua laga.
  1. Frank Berghuis dan Steven Berghuis


[caption id="attachment_112976" align="alignright" width="300"] zimbio.com[/caption]

Steven memiliki jalan karier yang lebih cemerlang dari ayahnya. Di usianya yang memasuki 26 tahun, ia masih menjadi langganan skuat Ronald Koeman dan sudah melakoni 12 laga bersama De Oranje. Kariernya di tingkat klub juga berjalan mulus bersama Feyenoord. Bahkan ia berhasil mempersembahkan gelar Eredivisie untuk pertama kalinya sejak 1998-1999 musim lalu.

Sedangkan Frank pernah menjadi lulusan terbaik akademi PSV Eindhoven pada 1984 silam. Ia bahkan menjadi bagian skuat PSV ketika meraih gelar Eredivise musim 1985-1986. Namun, kariernya berjalan tidak sesuai harapan hingga membuatnya berpindah-pindah klub. Hal serupa juga ia rasakan bersama Timnas Belanda. Kendati sembilan kali dipanggil, pria yang kini menjadi asisten pelatih di Vitesse Arnhem hanya sekali bermain.
  1. Danny Blind dan Daley Blind


[caption id="attachment_112977" align="alignleft" width="300"] metro.co.uk[/caption]

Ada cerita menarik dari kedua sosok ini. Danny dan Daley Blind pernah bahu membahu bersama Timnas Belanda dua tahun lalu. Ketika itu, Danny menjadi juru taktik Negeri Kincir di kualifikasi Piala Eropa hingga Kualifikasi Piala Dunia, sedangkan anaknya, Daley, menjadi pemain tak tergantikan di lini tengah Belanda.

Berbeda pula dari empat cerita di atas, kombinasi ayah dan anak ini terbilang sama-sama meraih sukses. Ketika masih bermain, Danny menjadi bagian The Dream Team Ajax Amsterdam yang berhasil memenangi Liga Champions tahun 1995. Sedangkan di timnas, ia berhasil mencatatkan 42 caps dengan torehan satu gol.

Daley melanjutkan prestasi ayahnya di Ajax dengan mempersembahkan empat gelar Eredivisie. Kini ia menjadi bagian dari skuat Manchester United yang sukses meraih trofi Liga Europa musim lalu. sedangkan di timnas, hingga saat ini Daley mengecap 10 caps lebih banyak dari sang ayah.
5 Ayah dan Anak di Tim Nasional Belanda

#Belanda #JustinKluivert #PatrickKluivert #RonaldKoeman

Komentar