5 Fakta Menarik PSG vs Real Madrid


Football5Star.com, Indonesia - Impian Paris Saint-Germain (PSG) untuk menjadi penguasa Eropa kembali kandas. Rabu (7/3/2018) dinihari WIB, Les Parisiens takluk 1-2 di tangan Real Madrid pada leg II babak 16-besar Liga Champions. Itu membuat mereka tersingkir dengan agregat 2-5. Sejumlah fakta menarik muncul dalam laga yang berlangsung di Stadion Parc des Princes tersebut.

Berikut ini Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik dari pertarungan PSG vs Madrid tersebut.

Keangkeran Parc des Princes Runtuh

[caption id="attachment_108604" align="alignleft" width="357"]PSG akhirnya kalah di Parc des Princes. elpais.com[/caption]

Sebelum laga ini berlangsung, pelatih Unai Emery sangat berharap PSG bisa membalikkan keadaan di Parc des Princes. Maklum, sepanjang musim ini, mereka tak pernah kalah di sana. Bukan hanya tak kalah, Les Parisiens malah tak pernah kehilangan poin dalam 19 pertandingan yang digelar di kandang tersebut.

Akan tetapi, keangkeran Parc des Princes berhasil diruntuhkan Madrid. Dua gol dari Cristiano Ronaldo dan Casemiro hanya bisa dibalas oleh satu gol Edinson Cavani. Itu mengakhiri kedigdayaan PSG yang tak terkalahkan dalam 51 laga (42 menang, 9 seri) di Parc des Princes. Kekalahan terakhir dialami dari AS Monaco pada 20 Maret 2016. Kala itu, Les Parisiens takluk 0-2.

Madrid Teruskan Tradisi

[caption id="attachment_108606" align="alignright" width="357"]Real Madrid kembali lolos ke perempat final Liga Champions. mundodeportivo.com[/caption]

Kemenangan 2-1 di Parc des Princes membuat Madrid mempertahankan tradisi lolos ke perempat final Liga Champions. Ini adalah kali ke-8 secara beruntun Los Blancos berhasil lolos ke 8-besar Liga Champions. Sepanjang sejarah, hanya Barcelona yang punya catatan lebih baik. Blaugrana tercatat 10 musim beruntun lolos ke perempat final ajang ini.

Kali terakhir Madrid gagal lolos ke perempat final Liga Champions pada 2009-10. Saat itu, langkah mereka dihentikan Olympique Lyon dengan agregat 1-2 pada babak 16-besar. Setelah itu, Los Blancos tak pernah lagi tersingkir di babak tersebut. Bahkan, mereka selalu lolos ke semifinal dan tiga kali di antaranya menjadi juara.

Ronaldo Samai Ruud van Nistelrooy

[caption id="attachment_108608" align="alignleft" width="357"]Cristiano Ronaldo terus mencetak gol. mundodeportivo.com[/caption]

Cristiano Ronaldo membuat catatan tersendiri dalam laga di Parc des Princes tersebut. Keberhasilan membobol gawang Alphonse Areola membuat dia menyamai prestasi Ruud van Nistelrooy yang mencetak gol dalam sembilan laga beruntun di Liga Champions. Ronaldo tercatat tak pernah absen membobol gawang lawan sejak final Liga Champions musim 2016-17.

Van Nistelrooy melakukan hal itu pada musim 2002-03 bersama Manchester United. Namun, berbeda dengan Ronaldo, striker asal Belanda itu tidak melakukannya dalam sembilan laga beruntun Red Devils. Pasalnya, dia sempat tak turun dalam lima pertandingan. Tiga kali di fase grup pertama, dua kali di fase grup kedua.

Emery Tetap Inferior

[caption id="attachment_108610" align="alignright" width="357"]Unai Emery lagi-lagi kalah dari Zinedine Zidane. mudodeportivo.com[/caption]

Kegagalan menuntaskan misi membalikkan keadaan membuat pelatih Unai Emery gagal memetik kemenangan pertama atas Zinedine Zidane. Dia tetap inferior terhadap pelatih asal Prancis tersebut. Kini, dalam tiga pertandingan, dia selalu kalah dari Zidane. Selain dua kekalahan sebagai pelatih PSG, Emery juga mengalami kekalahan dari Zidane saat menangani Sevilla pada musim 2015-16.

Satu catatan positif bagi Emery, jumlah gol yang bersarang di gawang klub asuhnnya kian menurun. Pada pertemuan pertama dengan Zidane, gawang Sevilla kebobolan empat gol. Lalu, pada leg I babak 16-besar Liga Champions musim ini, gawang tim asuhan Emery dijebol tiga kali. Namun, pada laga di Parc des Princes, Rabu (7/3/2018) dinihari WIB, hanya dua gol yang bersarang di gawang Alphonse Areola.

Hantu Wakil Spanyol

[caption id="attachment_108611" align="alignleft" width="357"]PSG kembali dihentikan wakil Spanyol. mundodeportivo.com[/caption]

Kegagalan mengandaskan Madrid di babak 16-besar Liga Champions musim ini kian menegaskan kesialan PSG saat bertemu wakil Spanyol. Dalam dua dekade terakhir, Les Parisiens tak pernah bisa lolos dari adangan wakil Spanyol di fase gugur kancah antarklub Eropa, terutama Liga Champions.

Sebelum ini, PSG tiga kali dihentikan Barcelona. Sebanyak dua kali di perempat final (musim 2012-13 dan 2014-15) dan sekali di babak 16-besar (2016-17). Musim lalu, mereka tersingkir dengan menyakitkan karena sempat menang 4-0 pada leg I, tapi kalah 1-6 pada leg II. Kemenangan terakhir PSG atas wakil Negeri Matador di fase gugur diraih pada perempat final Liga Champions 1994-95. Kala itu, Les Parisiens melewati Barcelona dengan agregat 3-2.
5 Fakta Menarik PSG vs Real Madrid

#CristianoRonaldo #LigaChampions #ParcDesPrinces #ParisSaintGermain #PSGVsMadrid #RealMadrid #UnaiEmery

Komentar