
Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih AC Milan, Arrigo Sacchi, berang dengan filosofi sepak bola yang menganggap kemenangan adalah segalanya. Padahal, hal itu justru dapat merusak keindahan sepak bola.
Sacchi menyebut kegagalan timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2018 adalah karena krisis identitas dan tak memiliki ciri khas permainan. Hal itu juga disebabkan oleh budaya sepak bola yang dianut orang Italia saat ini.
Menurut Sacchi, anggapan bahwa kemenangan adalah hal terpenting dalam sepak bola adalah salah. Hal itu justru menghambat perkembangan sepak bola di Italia. Akibatnya, timnas Italia pun gagal lolos ke Piala Dunia 2018.
“Saya bosan mendengar ‘menang saja sudah cukup’ atau ‘yang penting menang’. Itu adalah cara untuk menghancurkan nilai-nilai sepak bola,” kata Sacchi dilansir dari Football Italia.
Lebih jauh, Sacchi menyebut permainan defensif Italia sudah kuno dan justru mengekang kebebasan para pemain di atas lapangan.
“Contohnya, jika saya menguasai bola selama 70 menit, saya punya banyak kesempatan untuk memainkan bola dan besenang-senang. Apakah saya salah?” tutur Sacchi.
“Saat saya tertekan (bertahan), saya tak menikmati itu. Saya tidak tahu dengan kalian, namun itu yang saya rasakan,” ujar dia menambahkan.
Di Liga Italia, Sacchi menyebut Napoli sebagai tim yang sukses melakukan hal tersebut. Meski tertinggal dari Juventus di tabel klasemen, namun permainan Partenopei lebih menghibur.
Sacchi: Mendewakan Kemenangan, Menghancurkan Sepak Bola!
#ArrigoSacchi #Juventus #LigaItalia #Napoli
Komentar
Posting Komentar