Boateng Akan Terus Perangi Rasialisme


Football5Star.com, Indonesia - Kevin Prince-Boateng, gelandang Eintracht Frankfurt, bertekad terus perangi rasialisme di sepak bola. Dia prihatin karena belakangan tindakan rasial dari fans kepada pemain berkulit hitam terus saja terjadi. Blaise Matuidi mengalaminya saat Juventus menghadapi Hellas Verona dan Cagliari. Lalu, Leon Balogun dan Anthony Ujah kala 1.FSV Mainz 05 melawan Hannover 96.

"Keadaan makin buruk saja hingga sangat sulit menemukan kata yang tepat," papar Boateng kepada Sport1, Kamis (18/1/2018). "Aku sudah sering angkat bicara karena, sayangnya, hal itu selalu terjadi. Aku hanya sedih, prihatin, karena marah tidaklah membantu. Rasialisme adalah masalah kebodohan dan ketidakpedulian."

[caption id="attachment_98803" align="alignleft" width="357"]Kevin-Prince Boateng bersama istrinya, Melissa Sata. nanopress.it[/caption]

Dalam pandangan mantan pemain AC Milan itu, rasialisme berbahaya karena itu bukan hanya soal ketidaksukaan. "Orang-orang ini ingin menyakiti orang lain. Mereka melakukan tindakan itu bukan utuk mengatakan bahwa mereka tak menyukai orang-orang berkulit gelap. Aku menulis kepada Leon Balogun yang dihina dengan suara monyet oleh fans Hannover, kami harus melawan itu!" tegas dia.

Lebih jauh, saudara tiri bek Bayern Munich itu menilai, saat ini tidak ada kemajuan berarti dalam perlawanan terhadap rasialisme. Berbagai kampanye seperti angin lalu. Khusus di sepak bola, dia mengatakan, "Sekarang dilakukan penyelidikan terhadap fans Hannover. Lalu, setelah itu apa? Mereka mendapatkan hukuman. Masalahnya, apakah itu lantas menghentikan semuanya?"

Saat ini, Boateng mengaku tengah mengumpulkan beberapa ide untuk menggelar perlawanan terhadap rasialisme. Salah satunya, dia ingin pertandingan dihentikan bila ada perlakuan rasial terhadap pemain. Adapun secara umum, dia memikirkan untuk membuat sebuah iklan layanan masyarakat.

"Aku punya ide membuat video pendek yang menunjukkan situasi darurat. Itu untuk menunjukkan bahwa ketika membutuhkan bantuan, warna kulit atau asal-muasal tidaklah bermakna. Jika Anda berada di mobil yang terbakar, lalu orang berkulit hitam atau orang Tionghoa menolong Anda, itu bukan masalah. Anda akan menerima dengan senang hati semua pertolongan," beber dia lagi.


Tahukah Anda?

Kevin-Prince Boateng fasih berbicara dalam empat bahasa, yakni Inggris, Jerman, Italia, dan Turki. Selain itu, dia juga mengaku paham bahasa Prancis dan Arab.
Boateng Akan Terus Perangi Rasialisme

#BlaiseMatuidi #Bundesliga1 #EintrachtFrankfurt #LeonBalogun #Rasialisme

Komentar