
Football5Star.com, Indonesia - Antonio Ruediger, bek Chelsea, mengaku sangat bersyukur sempat pindah ke AS Roma di Liga Italia. Menurut dia, kepindahan dari Bundesliga 1 itu mengubah permainannya. Berkat perubahan itulah, dia kini menjadi salah satu bek yang disegani lawan.
Pada awal kariernya, Ruediger dikenal sebagai pemain yang temperamental. "Aku kerap kali bermain dengan emosi tinggi. Itu hampir saja merugikan karierku," aku pemain didikan VfB Stuttgart itu kepada Der Westen, Rabu (27/12/2017). "Namun, aku telah membuktikan, jika ingin, aku bisa mengontrol diriku dengan baik."
[caption id="attachment_92735" align="alignright" width="357"]
radiogoal24.it[/caption]Menyadari emosi merugikan kariernya, Ruediger berusaha keras mengubahnya. Awalnya, dia meminta pertolongan psikolog, tapi tak membuahkan hasil. Pada akhirnya, keluargalah yang membantu dia mengontrol emosinya.
"Aku sering berbicara dengan kakakku, Sahr Senesie, yang juga pemain profesional. Juga dengan ibuku. Aku belajar bahwa kadang kala aku hanya perlu berbalik dan pergi ketika ada konflik. Sebelumnya, aku tak tahu hal itu. Aku akan menghadapi semua konflik," tambah pemain berumur 24 tahun itu. "Ibuku selalu berkata, "Tuhan melihat segalanya." Itu sungguh menolongku.
Kepindahan ke Roma, lanjut Ruediger, sangat menolong dalam mencapai tahap berikutnya. Itu karena gaya main di Liga Italia yang berbeda dengan di Jerman.
"Liga Italia membuat permainanku lebih kalem. Di Jerman, aku lebih sering berlatih fisik, sedikit soal taktik. Pada suatu ketika, aku sadar bahwa aku harus lebih baik dalam pemahaman taktik jika ingin mencapai level Jerome Boateng, Mats Hummels atau Sergio Ramos. Pelatihku di Roma, Luciano Spalletti, membuatku lebih maju dalam hal itu," pungkas dia.
Ruediger Akui Liga Italia Ubah Permainannya
#AntonioRuediger #ASRoma #Chelsea #LigaItalia #PremierLeague
Komentar
Posting Komentar