
Football5star.com, Indonesia – Seniman yang juga merupakan sesepuh Aremania, Anto Baret tidak setuju dengan pendapat Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Pada acara jumpa suporter di Kantor Kemenpora, Kamis (3/8/2017), Edy menyebut bahwa keributan suporter di Indonesia diakibatkan jumlah suporter yang jauh lebih banyak daripada pemainnya.
“Kita ini kekuarangan pemain bola. Masyarakat lebih memilih menjadi suporter daripada pemain. Ini yang harus kita ubah. Sekarang kalau kita putar balik, jumlah suporter yang ada itu dijadikan pesepak bola, dan jumlah pemain kita jadikan suporter. Tentu potensi konflik bisa diminimalisir,” kata Edy.
Pria berpangkat Letnan Jenderal tersebut kemudian membandingkan jumlah pemain bola Indonesia dengan Singapura yang menurutnya masih lebih banyak.
“Lihat Singapura, penduduk mereka hanya sekitar lima juta. Tapi jumlah pemain bola di sana ada lebih dari 70 ribu orang. Jumlah pemain kita masih di bawah itu,” kata Edy.
Komentar tersebut langsung mendapat sanggahan dari Anto Baret. Anto yang juga merupakan seorang pemerhati sosial, merasa pendapat Edy tidak bisa diterima. Menurut Anto, itu bukanlah solusi dari permasalahan yang ada. Malah, itu sudah melenceng dari esensi permasalahannya.
“Menurut saya tidak bisa dibenarkan itu soal suporter yang dipaksa jadi pemain. Tidak seperti itu solusinya. Harusnya internal suporternya sendiri yang dibenahi dan itu tugas PSSI untuk membina mereka agar bisa diarahkan ke sesuatu yang lebih positif. Jadi kalau Pak Edy bilang tukar saja pemain dan suporter, saya tidak sependapat,” kata Anto.
Sesepuh Aremania Sebut Ketum PSSI Ngaco
#AntoBaret #Aremania #EdyRahmayadi #PSSI
Komentar
Posting Komentar