
Football5star.com, Indonesia - Presiden LaLiga, Javier Tebas, menegaskan tak akan menerima rencana Paris Saint-Germain (PSG) membeli Neymar senilai 222 juta euro. Tebas masih bersikeras bahwa PSG telah melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).
Harga 222 juta euro memang akan menjadikan Neymar pesepak bola termahal di muka bumi. Dia memecahkan rekor yang sejak musim panas tahun lalu dipegang Paul Pogba saat pindah dari Juventus menuju Manchester United. Kala itu, Man United harus membayar tak kurang dari 105 juta euro untuk Pogba.
Neymar sendiri, pada Rabu (2/8/2017), sudah mengajukan permohonan resmi kepada Barcelona untuk pergi. Dengan kata lain, proses kepindahan penyerang Timnas Brasil itu ke PSG tinggal menunggu waktu. Akan tetapi, kini hambatan kembali datang dari pihak LaLiga.
"Jika PSG datang dengan uang untuk membeli klausul untuk Neymar, kami tidak akan menerimanya," tegas Tebas dan inilah yang terjadi saat pengacara Juan de Dios Crespo datang ke kantor LaLiga dengan membawa cek, seperti dilansir As, Kamis (3/8/2017).
LaLiga percaya betul apa yang dilakukan PSG merupakan pelanggaran terhadap aturan FFP. Tebas bahkan menuding, UEFA dan Andrea Traverso selaku UEFA"s Head of Club Licensing and Financial Fair Play, tidak menerapkan aturan sebagaimana mestinya.
"Traverso tahu bahwa masalah PSG bukanlah kerugian mereka lebih besar dari 30 juta euro dalam tiga tahun, tapi peningkatan pendapatan mereka," kritik Tebas terhadap pimpinan proyek FFP itu.
Tebas menambahkan, kunci masalah adalah memeriksa "volume keuangan" dari sponsor PSG. Dia juga menyebut bahwa kasus Neymar adalah contoh nyata dari "doping keuangan".
FFP Tidak Mati
Proses transfer Neymar ke PSG memang semakin membuat Traverso disudutkan banyak pihak. Apalagi, sebelumnya klub seperti AC Milan juga begitu jorjoran mengeluarkan uang untuk memboyong pemain baru. Tak kurang dari 200 juta euro dikeluarkan klub raksasa Italia itu demi mendatangkan 10 pemain.
"Saya sangat kecewal dengan UEFA. Ini sebuah lelucon. Mereka (AC Milan) bahkan tak punya uang," sindir Presiden AS Roma, James Pallotta, terkait sikap UEFA yang lunak terhadap aktivitas transfer I Rossoneri.
Namun, Traverso lagi-lagi menegaskan bahwa FFP masih diberlakukan dengan ketat. "Tentu saja (FFP tidak mati), dan kami pasti akan memperkuat peraturan tersebut ke depannya," kata Traverso kepada The Associated Press, Sabtu (29/7/201) lalu.
"Kami memiliki dialog terus menerus dengan klub, mereka semua tahu peraturannya," lanjut Traverso, yang lantas mengaitkannya dengan kasus FC Porto, saat mendapatkan sanksi UEFA pada bulan lalu.
Setelah Porto melanggar pengeluaran klub, hadiah dari partisipasi di kompetisi Eropa dipangkas UEFA hingga 700.000 euro. Porto juga hanya diperbolehkan mendaftarkan 22 dari total 25 pemain untuk Liga Champions musim 2017-18.
PSG Bayar 222 Juta Euro untuk Neymar, Presiden LaLiga Menjerit
#Barcelona #FinancialFairPlay #JavierTebas #LaLiga #Neymar #PSG #UEFA
Komentar
Posting Komentar