Ruediger Anggap Bermain di Roma Adalah Mimpi Buruk


Football5star.com, Indonesia – Bek anyar Chelsea, Antonio Ruediger membeberkan rahasia mengejutkan ketika bermain di Serie A bersama AS Roma. Pemain berusia 24 tahun tersebut menganggap bermain di Italia merupakan mimpi buruk dalam karirnya.

Ruediger beberapa kali menjadi korban rasisme dari para penonton di Italia. Parahnya, ia merasa otoritas setempat setengah hati mengusut kasus ini.

“Aku hanya ingin keadilan. FIFA dan FIGC seharusnya memberikan hukuman terhadap mereka yang berlaku diskriminatif,” aku pemain yang sukses mengantarkan Jerman menjuarai Piala Konfederasi 2017 tersebut.

Pemain kelahiran Berlin tersebut menjelaskan, para pelaku rasisme tersebut hanya malah menambah citra buruk penduduk Italia di mata dunia.

“Mungkin orang-orang akan berpikir bahwa semua orang Italia seluruhnya rasialis. Namun, tidak semuanya. Hanya segelintir orang saja yang melakukan, dan orang-orang tersebut yang menurutku harusnya mendapat hukuman. Bisa didenda, atau dilarang datang ke stadion,” lanjutnya.

Mantan pemain VFB Stuttgart tersebut mengakui dirinya memang bukan satu-satunya yang mendapat perlakuan demikian. Hanya saja, ia mengaku sulit menghadapi hinaan terus menerus dari penonton setiap kali berlaga di lapangan hijau.

“Aku merasa sendirian. Nasihat orang yang mengatakan untuk tetap tenang dan acuh tidak lagi berguna untukku. Setiap orang memiliki tingkat kesabaran yang berbeda. Aku tidak bisa memaksa diri untuk berpikir positif,” aku Ruediger.

Penonton sepak bola Italia memang terkenal dengan perlakuan diskriminatif berbau ras. Terutama kepada pemain-pemain keturunan Afrika. Belum lama ini, perlakuak serupa juga diterima oleh gelandang Pescara, Sulley Muntari. Anehnya, mantan pemain Inter tersebut justru mendapat hukuman dari badan sepak bola Italia karena melakukan protes terhadap penonton yang rasis kepadanya.
Ruediger Anggap Bermain di Roma Adalah Mimpi Buruk

#AntonioRuediger #ASRoma #Chelsea #SerieA

Komentar