
Football5Star.com, Indonesia - Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al Khelaifi memberikan pernyataan bahwa dalam kontrak Neymar tak tertera klausul pelepasan. Pernyataan ini tak ubahnya pelurusan atas kata-katanya saat konferensi pers perkenalan sang pemain, Jumat lalu.
"Tidak, tidak ada. Itu karena, di Prancis, adalah ilegal memasukkan klausul pelepasan di dalam kontrak. Di Spanyol, itu legal, tapi tidak demikian dengan di Prancis. Kami tak bisa melakukan itu," terang Khelaifi kepada ESPN, Minggu (6/8/2017).
Jumat lalu, Khelaifi sempat membuat publik kebingungan saat menjawab pertanyaan seorang jurnalis tentang kemungkinan adanya klausul pelepasan seperti di kontrak Neymar dengan Barcelona. Saat itu, dia dengan ragu-ragu, tidak tegas, menyebutkan ada klausul tapi minimal.
Jawaban itu membuat beberapa orang bertanya-tanya. Pasalnya, di Prancis memang tidak dikenal adanya klausul itu. Bahkan, Ligue de Football Profesionnel (LFP) dalam aturannya tegas-tegas mengharamkan hal tersebut. Hal itu tertuang jelas di ayat 202 Statuta LFP. Ayat itu berada di bagian yang mengatur soal hak dan kewajiban pemain.
Hal yang menarik, Khelaifi justru mengaku beruntung oleh adanya larangan pencantuman klausul pelepasan itu. Padahal, klausul tersebut bisa membuat klub kaya-raya karena nilai yang dicantumkan biasanya tak masuk akal. Tengok saja Dani Ceballos di Real Madrid yang menurut kabar di kontraknya tertera klausul pelepasan sebesar 500 juta euro.
Di negeri-negeri yang memperbolehkannya, klausul itu difungsikan sebagai pagar maha tebal dan tinggi. Di satu sisi, itu mencegah sang pemain dibajak klub lain pada masa kontraknya. Di sisi lain, itu juga mencegah pemain memutus kontrak sepihak.
Presiden PSG Luruskan Soal Kontrak Neymar
#KlausulPelepasan #NasserAlKhelaifi #Neymar #PSG
Komentar
Posting Komentar