
Football5star.com, Indonesia - Cladio Ranieri mengakui bahwa dirinya sangat terkejut ketika dipecat dari posisi sebagai manajer oleh manajemen Leicester City.
Ranieri berhasil membuat keajaiban ketika membawa Leicester menjuarai Premier League 2015-16. Namun, mimpi indah tersebut tidak berlanjut di musim 2016-17.
The Foxes meraih hasil-hasil negatif. Mereka sampai terjerembab di ambang batas zona degradasi. Akhirnya, pria asal Italia tersebut dipecat pada pertengahan Februari silam.
Ranieri mengaku paham bahwa ini adalah risiko dari pekerjaannya sebagai seorang manajer. Kendati demikian, ia tetap tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya.
"Memikirkan tentang Leicester, hal pertama yang terbersit adalah perasaan terkejut, melebihi perasaan kesal," ujarnya seperti yang dikutip Mirror.
"Saya telah melalui banyak hal dalam karier panjang saya, tetapi tidak pernah yang seperti ini. Ini adalah sebuah kejutan, tetapi pada akhirnya, hal ini memang bagian dari sepak bola."
"Saya hanyalah seorang pelatih yang merasakan indahnya menjadi juara dengan sebuah perjalanan fantastis, dan kemudian merasakan kesedihan atas terjadi setelahnya," tambah dirinya.
Sebagai penerus manajer berusia 65 tahun itu, manajemen klub menunjuk Craig Shakespeare, yang tak lain adalah asistennya sendiri selama berada di Stadion King Power.
Shakespeare berhasil membawa Jamie Vardy dkk. mengakhiri tren negatif dengan meraih empat kemenangan beruntun, termasuk membawa mereka lolos ke perempat final Liga Champions.
Berita Bola: Ranieri Terkejut Dipecat Leicester City
#ClaudioRanieri #LeicesterCity
Komentar
Posting Komentar