
Football5star.com, Indonesia - Manajer caretaker Leicester City, Craig Shakespeare, bertekad mengembalikan tim ke jalur kemenangan ketika menghadapi Liverpool di Stadion King Power pada Senin (27/2).
Laga melawan The Reds akan menjadi laga pertama Leicester tanpa Claudio Ranieri, yang dipecat sebagai manajer pada pertengahan pekan kemarin. Selagi mencari manajer tetap berikutnya, posisi Ranieri digantikan oleh Shakespeare, yang telah bekerja sebagai asisten manajer klub sejak 2011. Ia juga memiliki pengalaman sebagai asisten manajer tim nasional Inggris.
Pemecatan Ranieri sendiri menuai kecaman dari banyak pihak. Ada rumor yang mengatakan bahwa beberapa staf turut berperan atas dipecatnya The Tinkerman. Shakespeare merasa dirinya dipandang sebagai tokoh jahat dalam kisah ini.
"Saya tidak bisa melakukan apa pun terhadap persepsi itu. Saya harus tetap menjadi diri sendiri. Saya paham alasan publik memiliki persepsi seperti itu tetapi semoga saja saya bisa meyakinkan bahwa itu murni sebuah spekulasi," tutur pria berumur 53 tahun tersebut kepada Independent.
Riyad Mahrez dkk. menelan lima kekalahan beruntun di Premier League. Mereka belum pernah menang sejak mengalahkan West Ham United dengan skor 1-0 pada pengujung tahun 2016.
Shakespeare bertekad meraih poin penuh pertama di tahun 2017. Ia berharap dapat meningkatkan moral dan kepercayaan diri dari para pemain.
"Saya harus membuat para pemain fit dan siap untuk menghadapi Liverpool. Kami harus memastikan bahwa kami kembali ke jalur kemenangan," ujarnya.
Leicester: Gantikan Ranieri, Shakespeare Merasa Dipandang Sebagai Penjahat
#ClaudioRanieri #CraigShakespeare #LeicesterCity #LeicesterVsLiverpool #Liverpool
Komentar
Posting Komentar