Liga Inggris: Permintaan Maaf Pelatih Anyar Swansea


Bob Bradley ditunjuk menjadi manajer baru Swansea City. Dia kemudian meminta maaf kepada tim dan suporter Le Havre pada laga terakhirnya bersama klub Ligue 2 tersebut.

Bradley menjadi pelatih asal Amerika Serikat pertama yang melatih klub Premier League. Ditunjuk menjadi manajer baru Swansea, Bradley menyisihkan sejumlah kandidat. Mantan pelatih tim nasional Amerika Serikat itu "mengalahkan" Ryan Giggs, Paul Clement, dan Marcelino.

"Pergi ke Premier League merupakan hal yang spesial. Penunjukan ini merupakan kesempatan buat saya, keluarga saya, dan sepak bola Amerika Serikat. Hal itu tentu amat penting," kata Bradley.
Bradley menggantikan Guidolin yang hanya 10 bulan menangani The Swans, julukan Swansea. Di tangan Guidolin, klub asal Wales itu menunjukkan performa buruk setelah hanya menang sekali dari tujuh laga terakhir dan terdampar di papan bawah Premier League.

Keputusan Swansea merekrut Bradley tidak terlepas dari prestasinya. Musim lalu, Bradley nyaris mengantarkan Le Havre promosi. Namun, mereka hanya finis di peringkat keempat dan kalah produktivitas gol dari Metz yang berada di peringkat ketiga atau peraih tiket promosi terakhir.

Musim ini, Le Havre di bawah Bradley juga tampil apik. Seusai menang atas Sochaux pada Selasa dini hari WIB, mereka berada di posisi kelima klasemen sementara Ligue 2.

"Saya meminta maaf karena harus pergi pada momen seperti ini. Di dunia yang sempurna, saya ingin berjalan bersama tim ini hingga musim berakhir seperti tahun lalu. Namun, sepak bola tak bisa mengatur waktu," ucapnya.
Liga Inggris: Permintaan Maaf Pelatih Anyar Swansea

#BobBradley #SwanseaCity

Komentar