Portugal harus menelan kekalahan 0-2 dari Swiss di Stadion St. Jakob-Park, Basel, Rabu (7/9) dini hari WIB. Pelatih Fernando Santos menilai, kekalahan itu disebabkan para pemainnya belum lepas dari euforia juara Piala Eropa 2016.
Karenanya, Santos meminta anak asuhnya segera lepas dari euforia juara itu. Pasalnya, itu dianggap telah membuat Nani cs terlena dalam menghadapi laga di kandang Swiss.
"Kami memulai pertandingan dengan baik, mendominasi 15 menit pertama, 20 menit, tapi kemudian kami terpesona (oleh Swiss) dan menjadi sedikit pragmatis," keluh Santos kepada RTP.
"Kami kebobolan di satu-satunya momen ketika Swiss mampu mendekati gawang kami. Setelah itu kami mengalami kemunduran dan memungkinkan mereka untuk memenangi pertempuran individu. Kami harus melupakan Euro!" seru Santos.
"Kami tidak sekuat seperti biasanya. Kami berada dalam kualifikasi dan hal ini tidak boleh terjadi," lanjutnya.
Setelah ketinggalan 0-2, Santos coba melakukan beberapa perubahan. Dia memasukkan Andre Silva dan Joao Mario menggantikan Eder dan William Carvalho saat jeda. Ricardo Quaresma pun masuk menggantikan Joao Moutinho pada menit ke-68.
Perubahan itu sempat membuat Portugal mulai mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang mencetak gol. Namun, satu pun gol urung hadir.
"Mengejar ketinggalan 0-2, saya mencoba untuk mengubah beberapa hal, bermain dengan dua striker. Kami memiliki peluang untuk mencetak gol, kami bisa menciptakan lebih," jelas Santos.
"Pada tahap terakhir, Swiss hanya fokus bertahan, tapi kami tetap mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya pada menit akhir ketika bermain lebih dengan hati. Jika saja mencetak gol, kami bisa kembali ke permainan," pungkasnya.
Berita Terkini: Skuat Portugal Diminta Segera Lupakan Euforia Juara Piala Eropa 2016
#FernandoSantos #KualifikasiPialaDunia2018 #SwissVsPortugal
Komentar
Posting Komentar