Bintang muda Paris Saint-Germain, Serge Aurier, divonis hukuman dua bulan penjara dan sanksi sebesar 600 Euro akibat aksi kekerasan yang dilakukannya pada Mei silam.
Seperti yang kita ketahui, Aurier terlibat dalam perkelahian setelah meninggalkan sebuah klub malam di Paris. Berdasarkan keterangan saksi mata, ia menyikut leher dari seorang polisi ketika sedang diperiksa.
Selain hukuman penjara dan denda, pemain berumur 23 tahun tersebut juga diwajibkan mengganti biaya persidangan sebesar 1.500 Euro. Ia telah menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan siap untuk melayangkan banding.
"Kami akan melakukan banding. Tuan Aurier siap melawan segala putusan. Ia tidak bersalah dan harus dibebaskan," ujar penguasa hukum Aurier, Claire Boutard de la Come, seperti yang dikutip Guardian.
Ini bukan pertama kali Aurier terlibat kontroversi. Pada Februari, ia sempat mendapatkan hukuman dari PSG karena membuat komentar tak sopan tentang pelatih Laurent Blanc. Musim lalu, ia pernah mendapatkan skors tiga pertandingan dari UEFA karena mengatai wasit Bjorn Kuipers dan mengunggah video-nya melalui media sosial Facebook.
Kendati divonis hukuman penjara, pemain asal Pantai Gading tersebut diprediksi tidak akan menghabiskan waktu selama dua bulan di balik jeruji besi. Ia memang berhak memilih untuk melakukan aksi pelayanan masyarakat dan membayar jumlah denda lebih besar.
PSG tengah bersiap untuk menghadapi Ludogorets dalam laga lanjutan penyisihan grup Liga Champions pada Kamis (30/9) mendatang.
Berita Bola: Bek PSG Divonis Dua Bulan Penjara
#ParisSaintGermain #SergeAurier
Komentar
Posting Komentar