Top 3 berita bola: Striker Juve Terima Pinangan Wolsfburg


Berikut kami telah merangkum top 3 berita bola untuk hari ini:

1. Striker Juve Terima Pinangan Wolsfburg
Striker Juventus Simone Zaza menerima pinangan klub Jerman Wolfsburg. Pemain 25 tahun itu akan segera menandatangani kontrak berdurasi empat tahun.

Seperti dilansir Football Italia, Wolfsburg bersedia membayar 25 juta euro (sekitar Rp 365 miliar) untuk mendapatkan Zaza. Striker Timnas Italia itu bahkan sudah berada di Wolfsburg dan mencari tempat tinggal.

Zaza sebenarnya ingin bertahan di Juve. Setelah Alvaro Morata kembali ke Madrid, tentu peluang Zaza main semakin besar. Namun, sayangnya Juve mendatangkan Gonzalo Higuain dari Napoli.

Pemain 28 tahun itu akan jadi target man di lini depan Bianconeri. Pelatih Massimiliano Allegri ingin menduetkan Higuain dengan Paulo Dybala. Juve juga masih memiliki striker lain dalam diri Mario Mandzukic.

Sadar peluangnya bermain minim, Zaza mencoba realistis. Pindah ke Wolfsburg jadi opsi terbaik baginya. Musim lalu Zaza membela Juve dalam 24 pertandingan dan melesakkan delapan gol.

2. Puas dengan Transfer MU, Mourinho Kritik Manajer Lawan Lagi
Manajer Manchester United, Jose Mourinho, puas dengan proses transfer klubnya sekaligus menyindir lagi manajer-manajer rival yang mengkritiknya dahulu.

MU memang jadi klub Inggris yang paling boros di bursa transfer ini meski hanya mendatangkan empat pemain. Pasalnya mereka baru saja memecahkan rekor transfer dunia atas nama Paul Pogba yang digaet dari Juventus dengan banderol 89 juta euro.

Sebelum menggaet Pogba, MU sudah mengeluarkan 55 juta euro untuk membeli Henrikh Mkhitaryan dari Borussia Dortmund dan Eric Bailly dari Villarreal.

Khusus untuk transfer Pogba, MU mendapat kritik dari berbagai pihak termasuk dua manajer Liga Inggris, Juergen Klopp dan Arsene Wenger, yang menyebut harga si pemain kemahalan.

Hal itu lantas sudah dibalas kritik lagi oleh Mourinho yang menilai klub sebesar MU wajar mendatangkan pemain dengan harga selangit. Jelang kick-off Liga Inggris musim 2016/2017, Mourinho lagi-lagi menyindir koleganya tersebut.

Kali ini sambil memuji proses transfer klubnya yang berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Kredit untuk potensi yang dimiliki klub ini, tidak hanya finansial tapi juga bagaimana mendunianya klub ini sehingga bisa menarik minat pemain,” tutur Mourinho di Soccerway.

“Saya berkontribusi karena saya sangat objektif dari awal. Saya rasa beberapa manajer, mereka punya keraguan. Mereka sulit memutuskan, mereka nyaris membuat keputusan, dan akhirnya Anda datang dengan sebuah ide lain,” sambungnya.

“Lalu klub-klub merasa bahwa Anda tidak yakin dengan itu. Saya sangat objektif dari hari pertama melatih di sini,” tutupnya.

3. Tiga Klub Promosi Pegang Peluang Bertahan 56 Persen
Middlesbrough, Burnley, dan Hull City, akan kembali menjajal kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Inggris pada musim 2016-17. Ketiganya tak perlu cemas, karena peluang bertahan di Liga Inggris pada musim depan terbilang cukup besar. Kisah cinderella pun mungkin saja dirajut.

Bukan tanpa sebab klaim itu mengapung. Sejarah mengatakan, dari 71 klub yang pernah merasakan promosi ke Liga Inggris, hanya 44 persen atau tepatnya 31 tim yang harus kembali turun kasta pada pengujung musim.

Dengan kata lain, persentase untuk bertahan justru lebih besar, yaitu 56 persen. Sejak resmi digulirkan pada 1992, 40 dari 71 klub promosi berhasil menyelamatkan diri dari jeratan degradasi pada akhir musim.

Namun, kejutan yang bisa diharapkan mungkin hanya sampai di situ. Mimpi untuk menuliskan kisah cinderella agaknya dengan langsung menempati papan atas di akhir musim terbilang sulit terlaksana. Pasalnya, sebagian besar tim yang mampu bertahan rata-rata mengakhiri musim di peringkat ke-15.

Fakta itu membuat Middlesbrough, Burnley, atau Hull, mungkin tak mau mengais mimpi muluk ntuk bisa menduplikasi kesuksesan Newcastle United pada musim 1993-94 atau Nottingham Forest musim 1994-95, kala mampu finis di peringkat ketiga pada musim perdana setelah promosi dari Divisi Championship.

Fakta lain pun memihak tim promosi. Sejak 2008-09, hanya ada satu musim kala dua dari tiga tim promosi harus kembali turun kasta pada pengujung musim, yaitu pada 2014-15. Berbanding terbalik dengan lima musim sebelum periode tersebut, kala ada dua tim promosi yang harus kembali terlempar dari Liga Inggris pada 2003-04, 2004-05, 2006-07, dan 2007-08.

Kendati diuntungkan tren, tentunya Middlesbrough, Burnley, atau Hull, tetap harus bersiap diri menyambut persaingan ketat di Liga Inggris. Beruntung mereka didukung dana berlimpah berkat besaran kontrak hak siar televisi yang mencapai 5,136 miliar pounds pada musim panas ini.

CUMA BORO YANG SERIUS

The Boro -julukan Middlesbrough-, berbenah dengan mendatangkan 10 pemain anyar, termasuk dua pemain yang membawa timnas Spanyol juara Piala Eropa 2012, Alvaro Negredo dan Victor Valdes. Mereka juga menggelontorkan 12 juta pounds untuk gelandang Atalanta, Marten de Roon, dan juga memboyong dua Victor Fischer serta Gaston Ramirez.

Kontradiktif dengan Burnley, yang justru baru mendaratkan tiga pemain baru pada musim panas ini. Mereka pun “hanya” memboyong Johann Berg Gudmundsson dan Nick Pope dari Charlton Athletic, serta meminjam Jon Flanagan dari Liverpool.

Bagaiamana dengan Hull? Alih-alih menambah amunisi demi bersaing menghadapi ketatnya persaingan Liga Inggris, mereka justru melepas salah satu pemain andalannya, Mohamde Diame, ke Newcastle United.

Jadi, jika ditengok dari aktivitas di bursa transfer, Middlesbrough terlihat paling punya ambisi besar untuk bertahan, bahkan mengulang prestasi Newcastle dan Forest. Sementara, Burnley dan Hull seolah hanya pasrah sambil mengandalkan semangat juang dan keajaiban.
Demikian top 3 berita bola untuk hari ini.
Top 3 berita bola: Striker Juve Terima Pinangan Wolsfburg

#Top3BeritaBola

Komentar