Kegagalan Prancis menjuarai Piala Eropa 2016 dijadikan kesempatan mantan bek Real Madrid, Alvaro Arbeloa, untuk menyindir pelatih Didier Deschamps. Dia mengatakan, hasil yang diraih Prancis di laga final tak lepas dari keputusan meninggalkan Karim Benzema.
Prancis memang tak memanggil Benzema karena alasan kasus penyebaran video seks yang melibatkan Mathieu Valbuena. Keputusan itu sempat menuai kritik dari banyak pihak. Bahkan, beberapa orang menganggap keputusan Deschamps dilatari sikap diskriminatif.
Deschamps coba menjawab kritik itu dengan keberhasilan melaju ke final. Striker yang dibawa seperti Antoine Griezmann dan Olivier Giroud pun tampil tajam. Griezmann melesakkan 6 gol dan Giroud separuhnya.
Namun, pada laga final melawan Portugal di Stade de France, Saint-Denis, Senin (11/7), Prancis justru mengalami kesulitan mencetak gol. Peluang emas selalu terbuang percuma, baik itu digagalkan kiper Rui Patricio atau membentur gawang.
Prancis akhirnya kalah 0-1 dari Portugal melalui gol tunggal Eder pada menit ke-109 babak perpanjangan waktu. Kekalahan itu yang dijadikan kesempatan Arbeloa untuk menyindir Deschamps.
"Ini yang terjadi ketika Anda meninggalkan pemain nomor 9 terbaik di dunia di rumahnya," cuit Arbeloa pada akun Twitter pribadinya @aarbeloa17.
"Selamat Portugal, kalian fantastis @Cristiano dan @officialpepe," lanjutnya.
https://twitter.com/aarbeloa17/status/752254336990871553
Selain Benzema, dua penggawa Portugal seperti Cristiano Ronaldo dan Pepe memang juga menjadi rekan setimnya di Madrid. Namun, Arbeloa sudah dipastikan tak akan bermukim lagi di Santiago Bernabeu pada musim depan.
Berita Euro 2016: Arbeloa Anggap Prancis Gagal Juara Karena Tak Membawa Benzema
#AlvaroArbeloa #KarimBenzema #PialaEropa2016 #PortugalVsPrancis
Komentar
Posting Komentar