UEFA Euro 2016: Berdasarkan Siklus 16 Tahun, Prancis Akan Juara Piala Eropa 2016


Prancis punya modal bagus untuk menjadi juara Piala Eropa 2016. Bukan cuma karena status mereka sebagai tuan rumah, tapi tradisi juara yang diraihya setiap 16 tahun di turnamen Piala Eropa.

Jelang laga final melawan Portugal di Stade de France, Saint-Denis, Senin (11/7) dini hari WIB, Les Bleus memiliki modal bagus dalam hal sejarah. Dua gelar Piala Eropa yang mereka dapatkan diraih dengan selisih 16 tahun.

Prancis pertama meraihnya pada 1984 saat menjadi tuan rumah. Lalu, mereka kembali berjaya pada gelaran Piala Eropa 2000 di Belanda dan Belgia kala pelatih Prancis saat ini, Didier Deschamps, menjabat sebagai kapten tim.

Kini, berselang 16 tahun berikutnya, Prancis hadir kembali di final dan bertindak sebagai tuan rumah.

"Kami memenangi Piala Eropa 1984 dan 16 tahun kemudian pada 2000. Sekarang sudah 16 tahun sejak kami memenangi gelar juara Piala Eropa," kata Henry kepada BBC.

Catatan baik untuk Prancis tak berhenti sampai di situ. Mereka memiliki rekor yang cukup apik saat menjadi tuan rumah sebuah turnamen akbar antarnegara.

Pada gelaran Piala Dunia, Prancis dua kali menjadi tuan rumah, yakni pada 1938 dan 1998. Pada 1998, mereka tampil sebagai juara dengan mengalahkan juara bertahan Brasil di final.

Sementara di pentas Piala Eropa, Les Bleus menjadi tuan rumah pada 1960 dan 1984. Pada kesempatan kedua tampil di rumah sendiri, mereka mampu menjadi yang terbaik.

"Kami memiliki kebiasaan untuk juara di rumah sendiri. Itu adalah sesuatu tentang budaya yang kami punya," tandas Henry.
UEFA Euro 2016: Berdasarkan Siklus 16 Tahun, Prancis Akan Juara Piala Eropa 2016

#PialaEropa2016 #PortugalVsPrancis #ThierryHenry #TimnasPrancis

Komentar