Apa rasanya jika sebuah tim maju ke final tiga tahun beruntun dan selalu menelan kekalahan? Tanyakan saja itu kepada Argentina dan juga sang kapten Lionel Messi.
Messi yang bergelimang gelar bersama Barcelona, 28 trofi, nyatanya masih belum juga memberi tuah untuk negaranya. Padahal dia berstatus sebagai top skorer negaranya dengan 55 gol dan juga bintang utama Tim Tango.
Namun, laga final Copa America Centenario di Metlife Stadium, Senin (27/6/2016) pagi WIB, menunjukkan semuanya. Messi tampil anti-klimaks setelah tak membuat satu pun shot on target.
Yang ada Messi malah dikartukuning karena melakukan diving dan puncaknya adalah saat tembakan penaltinya melenceng jauh saat babak tos-tosan dengan Chile, yang akhirnya jadi juara.
Bagi Messi ini adalah kegagalan ketiga beruntun untuknya di partai puncak bersama Argentina dalam tiga tahun terakhir. Tahun lalu di turnamen yang sama, Messi juga kalah di final dari lawan yang sama dan lewat adu penalti juga.
Dua kekalahan ini menambah pahit kekalahan Messi di partai final Piala Dunia 2014 ketika Jerman menang 1-0 lewat gol Mario Goetze. Untuk sementara Messi memang cuma bertaji di level klub dan belum selevel dengan Diego Maradona yang pernah sendirian membawa Argentina juara dunia 1986.
Sejauh ini Messi baru bisa memberikan gelar Piala Dunia U-20 dan medali emas Olimpiadei Bejing 2008 untuk Albiceleste.
Sementara untuk Argentina, kekalahan ini memperpanjang puasa gelar mereka menjadi 23 tahun, setelah terakhir kali merengkuh trofi Copa America 1993.
Setelah itu, Argentina maju tujuh kali ke partai final dan semuanya berujung kekalahan. Empat sisanya adalah Copa America 2004 dan 2007 serta Piala Konfederasi 1995 dan 2005. Demikian dikutip Opta.
Berita Terkini: Messi dan Argentina Gagal Juara Lagi
#Argentina #CopaAmericaCentenario2016 #LionelMessi
Komentar
Posting Komentar