Javier Hernandez atau yang akrab disapa Chicharito, sempat menjalani masa kurang produktif bersama Real Madrid. Dia menganggap, penyebabnya adalah minimnya jam terbang yang didapat di skuat Los Blancos.
Penyerang berpaspor Meksiko itu memang sangat kesulitan mendapat tempat utama di Madrid. Dia kalah bersaing dari penyerang asal Prancis, Karim Benzema.
Saat pulang ke Manchester United, Chicharito juga hanya menjadi penghuni bangku cadangan. Alhasil, dia memutuskan hijrah ke Jerman untuk berseragam Bayer Leverkusen.
Bergabung dengan Leverkusen, striker 28 tahun itu dipercaya menjadi pemain andalan dan mampu membuat 17 gol dari 28 laga sebagai starter. Sang pemain pun mengaku sebenarnya bisa jadi bintang di Man. United bahkan Madrid.
“Jika saya mendapat kesempatan bermain lebih banyak di Man. United atau Madrid, saya yakin bisa juga menjadi bintang di sana,” ujarnya kepada Four Four Two.
“Saya benar-benar tak mendapat kesempatan. Saya tak pernah bermain 20 laga secara berturut-turut di dua tim tersebut hingga banyak orang memberi banyak opini mulai dari yang menganggap saya cukup berkualitas, tidak bisa menjadi bintang, atau tidak cukup baik,” jelas dia.
Lima tahun bermain bersama Setan Merah, Chicharito membuat 37 gol dari 103 laga Premier League. Sayangnya, dia hanya menjadi starter 49 kali dan 54 laga sebagai pengganti.
“Anda bisa tanya fans Man United, angka berpengaruh di sana. Perbedaannya, Leverkusen menginginkan saya bermain di lapangan, sementara yang lain tidak,” tutup dia.
Berita Terkini: Penyebab Chicharito Gagal Berkembang di Real Madrid
#BayerLeverkusen #Chicharito #JavierHernandez #ManchesterUnited #RealMadrid
Komentar
Posting Komentar