Prancis baru saja menaklukkan Albania dengan skor 2-0 pada Kamis (16/6). Namun, Les Bleus membutuhkan gol pada masa-masa akhir pertandingan. Meski begitu, striker Andre Pierre-Gignac malah menyukainya.
Les Bleus baru mencetak gol pada menit ke-90 lewat sundulan Antoine Griezmann. Mereka baru menggandakan keunggulan beberapa saat setelahnya sesudah tendangan Dimitri Payet mengoyak gawang Albania.
Situasi itu mirip dalam laga perdana Prancis di Piala Eropa 2016 melawan Rumania pada Sabtu (11/6). Kala itu Les Bleus juga baru mencetak gol penentu kemenangan 2-1 pada menit ke-89 berkat aksi Payet.
Di mata Gignac, hal tersebut tidak dianggap sebagai sebuah kelemahan Prancis. Justru sebaliknya, Gignac menilainya sebagai kekuatan utama Les Bleus.
“Inilah kekuatan kami sekarang, kami mesti mempertahankannya, meski sejatinya kami ingin mencetak gol lebih cepat dan akan membuat segalanya lebih mudah. Seperti inilah dan begitulah sepak bola,” ujar Gignac.
Gol-gol yang baru dicetak oleh Prancis mendekati akhir pertandingan dipandang Gignac bukan sebagai hal yang aneh. Menurutnya situasi itu merupakan bukti bahwa kekuatan para peserta Piala Eropa 2016 memang seimbang. Inilah yang membuat semua pertandingan menjadi ketat.
“Saya melihat semua tim di Euro seimbang. Kami sudah melihatnya sejak permulaan kompetisi, tim kecil merepotkan yang besar. Mereka terorganisasi dengan baik. Mereka bertahan dengan apik. Seperti halnya pertandingan sebelumnya, kami meraih kemenangan pada momen akhir,” ujar Gignac.
UEFA Euro 2016: Gol Telat Diklaim Gignac Sebagai Kekuatan Prancis
#AndrePierreGignac #PialaEropa2016 #Prancis #PrancisVsAlbania
Komentar
Posting Komentar