Selepas gagal menjadi juara Divisi Primera dan Copa Del Rey, Real Madrid ternyata mampu menutup musim dengan raihan trofi juara Liga Champions. Prestasi itu kian mempertega bahwa DNA Blacos memang di Liga Campions.
Seusai kemenangan adu penalti dengan skor 5-3 (6-4) atas Atletico Madrid pada final Liga Champions di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (29/5), Presiden Madrid, Florentino Perez, mempertegas kembali status itu.
Madrid kini semakin sahih menjadi tim terhebat di Liga Champions (sebelumnya bernama European Cup/Piala Champions) dengan koleksi 11 trofi juara. Rekor itu seolah menutupi status El Real sebagai penguasa Divisi Primera juga dengan jumlah trofi terbanyak.
“Saya bangga menjadi Presiden Madrid, dengan fans, sejarah, dan pemain hebat. Saya ingin mendedikasikan beberapa kata untuk Atletico, tetangga dan teman kami. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah menunjukkan peningkatan,” ujar Perez kepada As.
“Liga Champions, European Cup, adalah DNA kami. Sejak kami memeloporinya bersama L’Equipe, itu yang paling penting bagi kami. Itu yang paling penting di dunia,” sambungnya.
Meski gagal di pentas domestik, Madrid terbukti sanggup menutup dengan raihan gelar Liga Champions. Perez pun bangga Madrid bisa merampungkan musim dengan baik.
“Musim yang sulit, tapi kami berjuang sampai akhir. Di Divisi Primera, ketika kami membutuhkan poin… Saya tidak ingin berbicara tentang isu-isu lain, hanya ingin berbicara tentang Liga Champions. Divisi Primera sangat sulit. Kami sudah berjuang. Saya tidak akan mengatakan lebih. Kami memiliki musim yang baik di liga. Dan kami memiliki musim Liga Champions yang baik juga,” pungkasnya.
Berita Bola: DNA Real Madrid adalah Jadi Penguasa Liga Champions
#FlorentinoPerez #JuaraLigaChampions #RealMadrid
Komentar
Posting Komentar