PSV Eindhoven sukses merebut gelar juara Eredivisie usai menelikung Ajax pada laga pamungkas. Pelatih, Phillip Cocu, menganalogikan raihan titel itu laiknya minum di cuaca panas.
Tak heran, sepanjang musim ini PSV memang lebih banyak berada di bawah Ajax Amsterdam. Selain itu, mereka juga hanya beberapa pekan mampu berada di puncak klasemen.
Bahkan, cara mereka meraih juara juga luar biasa. PSV melakukannya dengan menelikung Ajax pada pekan terakhir. PSV pun membalikkan prediksi semua pihak yang meyakini Eredivisie musim ini bakal menjadi milik Ajax.
Musim lalu, PSV juga berhasil menjadi juara. Tapi, mereka melakukannya tak sedramatis kali ini.
“Benar-benar cuaca yang panas. Mereka (pemain) memang layak untuk minum dan sudah mereka lakukan. Kami telah minum, bahkan hingga dua gelas,” sebut Cocu seperti dilansir Football-oranje.com.
Imbuhnya, ” Secara umum kami melakoni musim yang panas. Dalam perjalanannya kami lebih sering berada di bawah Ajax. Oleh karena itu, gelar juara ini seperti minum di cuaca yang panas”.
Cocu berhasil mempertahankan gelar juara Eredivisie bagi PSV. Musim lalu dia juga membawa PSV menjadi yang terbaik di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Belanda.
Saat masih sebagai pemain, Cocu identik dengan PSV. Dia mampu mempersembahkan 4 gelar juara Eredivisie pada 1996-97, 2004-05, 2005-06, dan 2006-07.
Juara Eredivisie, PSV Bak Melepas Dahaga di Suhu Panas
#AjaxAmsterdam #PhillipCocu #PSVEindhoven
Komentar
Posting Komentar