Manajer Manchester United, Louis van Gaal, membela performa timnya usai menelan kekalahan telak 0-3 dari Tottenham Hotspur di Stadion White Hart Lane, Minggu (10/4) malam lalu. Van Gaal bahkan menegaskan bahwa strategi yang dia terapkan untuk laga ini sudah tepat.
“Saya kira dalam hal keseluruhan kami masih di depan,” sebut Van Gaal, dilansir situs resmi klub.
Usai laga tersebut, banyak pihak yang mengkritik pilihan Van Gaal saat menarik keluar Marcus Rashford dan menurunkan Ashley Young sebagai striker tunggal. Pasalnya, sepanjang kariernya Young biasa bermain di sayap baik di lini tengah maupun belakang.
Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu pun masih yakin timnya bisa mengakhiri musim di empat besar guna merebut tiket terakhir ke Liga Champions.
“Kami masih memiliki 18 poin tersedia (untuk dimenangkan), jadi kami masih memiliki sebuah kesempatan, tetapi ini akan lebih sulit dibandingkan sebelum pertandingan (kontra Tottenham)itu bisa dipastikan,” kata Van Gaal.
Dalam laga tersebut, striker Man United, Anthony Martial, sebetulnya memiliki peluang emas untuk memecah kebuntuan pada menit ke-61. Diawali dari akselerasinya di sayap kiri, Martial berhasil melewati tiga pemain dan menembus kotak penalti. Sayang, tendangannya masih bisa diblok kiper Hugo Lloris.
Kegagalan Man United dihukum dengan tiga gol beruntun Tottenham yang tercipta dalam waktu enam menit. Masing-masing gol diciptakan Dele Alli (70′), Toby Alderweireld (74′), dan Erik Lamela (76′).
Menurut Van Gaal, tiga gol cepat yang diciptakan Tottenham terjadi akibat kesalahan komunikasi lini belakang. Barisan pertahanan The Reds gagal mengantisipasi para pemain Tottenham yang merangsek ke depan.
“Sebelum pertandingan saya sudah mengingatkan bahwa Tottenham adalah tim yang hebat. Tapi, saat kedudukan 0-0 kami tampil bagus dan memiliki sebuah peluang emas.”
Van Gaal: Masih Banyak Kesempatan Untuk Finis Di Empat Besar
#LouisVanGaal #ManchesterUnited #TottenhamHotspurVsManchesterUnited
Komentar
Posting Komentar