Meski sudah memiliki stok gelandang menumpuk, Manchester City dikabarkan masih terus mengejar pemain jangkar Borussia Dortmund, Ilkay Guendogan. Rumor itu cukup wajar karena secara statistik permainan pada musim ini, Guendogan nyatanya mampu mengungguli empat gelandang tengah milik Man. City.
Sejatinya, di skuat Man. City sudah bercokol Yaya Toure, Fernandinho, Fernando, hingga Fabian Delph. Stok itu dirasa sudah cukup untuk mengarungi kompetisi padat yang dilalui The Citizens -julukan Man. City-. Namun, kedatangan manajer baru, Josep Guardiola, pada musim panas ini diyakini akan mengubah komposisi yang ada di skuat Man. City.
Salah satu pemain yang bakal dibidik Guardiola adalah Guendogan. Kebetulan, Guardiola sudah cukup akrab dengan pemain berdarah Turki itu karena acap kali menjadi lawan Bayern Muenchen di pentas Bundesliga. Kualitas Guendogan pun tak perlu diragukan lagi. Dalam usia 25 tahun, dia sudah menjadi pilar tak tergantikan di skuat Dortmund dan Timnas Jerman.
Namun, fans tentu menyimpan pertanyaan besar: Apakah Guendogan pantas menggeser posisi salah satu gelandang jangkar Man. City? Toh, secara statistik, Guendogan bsia dibilang sangat pantas menjadi salah satu andalan di lini tengah Man. City musim depan. Pasalnya, berdasarkan data yang dirilis Opta, dia memiliki sederet keunggulan atribut jika dibandingkan dengan keempat gelandang Man. City.
Dalam perbandingan empat atribut vital yang dibutuhkan seorang gelandang jangkar, Guendogan mampu unggul di tiga area. Guendogan memiliki rasio successful take-ons per game tertinggi (2,3 dribbles per game), mengungguli Toure (1,9), Delph (1,6), Fernandinho (0,8), dan Fernando (0,6).
Beralih ke catatan successful passes per game, Guendogan juga masih berada di atas dengan rasio 69 per laga, unggul dari Toure (51), Fernandinho (51), Fernando (33), dan Delph (24). Jika dibandingkan dengan pemain-pemain di Premier League, Guendogan hanya kalah dari gelandang Arsenal Santi Cazorla yang mengoleksi rasio 72 successful passes per game, tapi lebih baik dari Cesc Fabregas (61) dan Mesut Oezil (54).
Begitu pula dengan rasio interceptions per game, lagi-lagi pemain kelahiran Gelsenkirchen, Jerman, ini unggul dengan rasio 2,2 per laga. Di bawahnya, ada Fernando (1,7), Fernandinho (1,6), Delph (1,3), dan Toure (0,9).
Satu atribut yang gagal dikuasai Guendogan hanya chances created per game. Di area itu, Toure memimpin dengan rasio 1,5 per laga, disusul Guendogan (1), Fernandinho (0,9), Fernando (0,4), dan Delph (0,2).
Dari catatan tersebut, secara kualitas Guendogan sejatinya sudah bisa bersaing dengan Toure yang selama ini menjadi jantung permainan Man. City. Namun, dengan usia Toure yang semakin menua, wajar rasanya jika Man. City mulai berpikir untuk mencari pengganti. Apalagi, Guendogan dikenal memiliki kemampuan komplet sebagai pemain tengah, sanggup bertahan dan menyerang dengan sama baik.
Namun, apakah Man. City berani menggelontorkan dana tak kurang dari 45 juta euro untuk memboyong Guendogan dari Dortmund. Dengan dana berlimpah yang dimiliki, agaknya hal itu tidak terlalu sulit dilakukan.
Statistik: Guendogan Pantas Menggeser Para Gelandang Man. City
#BorussiaDortmund #FabianDelph #Fernandinho #Fernando #IlkayGuendogan #JosepGuardiola #ManchesterCity #YayaToure
Komentar
Posting Komentar