Misi Arsenal memburu trofi juara Liga Inggris sudah sangat mengecil. Beberapa hasil negatif membuat Arsenal sulit mengejar pemuncak klasemen, Leicester City. Bek Per Mertsacker menganggap, kesalahan fatal yang diperbuat Arsenal adalah terkait rapuhnya lini belakang.
Sebagai pemain belakang, Mertesacker menyadari betul betapa lemahnya pertahanan The Gunners -julukan Arsenal-. Tengok saja kala Arsenal ditahan imbang 3-3 oleh West Ham United, kala Mertesacker main. Lalu, saat Crystal Palace berhasil mencetak gol penyeimbang 1-1, dan saat itu Mertesacker dicadangkan. Dua laga itu hanya sebagian contoh kecil.
Saat rival sekota, Tottenham Hotspur, terus memangkas jarak dengan Leicester, Arsenal justru kian tercecer. Kini, mereka tertinggal 13 poin di belakang Leicester dengan sisa lima pertandingan. Tak heran, target mempertahankan posisi empat besar menjadi misi paling realistis.
“Ini tentang disiplin. Kami tidak memiliki tekad kuat saat bertahan dan semua orang berada di belakang bola. Kembali ke level terbaik benar-benar penting di Liga Inggris, dan jika tidak bisa, Anda akan dihukum. Detail ini sangat penting bagi kami dan semua orang bisa melihatnya,” tutur Mertesacker kepada Sky Sports.
Mantan kiper Arsenal, Jens Lehmann, juga turut berkomentar mengenai perjalanan yang dilalui mantan timnya pada musim ini. pria berpaspor Jerman itu mengakui Arsenal sudah mebuang kesempatan besar mengejar Leicester dalam perburuan gelar juara.
“Ini sedikit lebih mengecewakan daripada sebelumnya karena semua orang berpikir Leicester bisa dikejar pada akhir musim. Mereka bisa dikejar, tapi sayangnya hanya oleh Spurs dan bukan Arsenal. Jika Anda fans Arsenal, ada saat-saat yang lebih baik. Apakah mereka membuang peluang? Ya, itu faktanya, tentu saja mereka lakukan. Klasemen saat ini sudah sangat berbeda,” kritik Lehmann.
Rapuhnya Pertahanan Jadi Biang Kegagalan Arsenal
#Arsenal #JensLehmann #PerMertesacker #PremierLeague
Komentar
Posting Komentar