Atletico Madrid untuk dua musim beruntun harus melewati babak 16 besar Liga Champions via adu penalti. Padahal Los Colchoneros sendiri tak pernah punya persiapan khusus apalagi berlatih adu tendangan penalti.
Menghadapi PSV Eindhoven di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (16/3/2016) dinihari WIB, Atletico yang bertindak sebagai tuan rumah tampil agresif dan menekan sepanjang laga.
Namun, karena kurang tenangnya barisan depan Atletico serta ketangguhan Jeroen Zoet di bawah mistar PSV membuat gol tak kunjung datang. Hingga 90 menit waktu normal habis, skor tetap 0-0.
Alhasil, laga berlanjut ke extra time 2×15 menit dan hasilnya pun tetap sama, PSV mampu meredam Atletico untuk memaksa laga dituntaskan lewat adu penalti. Situs resmi UEFA mencatat ada 24 attempts dibuat dengan enam on target, sementara PSV punya 9 attempts dengan satu on target.
Dalam drama adu penalti, tujuh eskutor awal mampu menunaikan tugas dengan baik sampai penendang kedelapan PSV Luciano Narsingh mengenai mistar. Juanfran dengan dingin menaklukkan Zoet untuk membawa Atletico lolos usai menang 8-7.
Bagi Atletico ini bak mengulang pencapaian mereka musim lalu saat menyingkirkan Bayer Levekusen lewat proses serupa. Agregat masih sama kuat 1-1 selama 120 menit, Atletico menang babak tos-tosan dengan skor 3-2.
“Kami tidak berlatih penalti karena itu tidak masuk akal,” ujar pelatih Atletico Diego Simeone seperti dikutip Soccerway.
“(Asisten) German Burgos memilih pemain untuk adu penalti musim lalu melawan Bayer Leverkusen dan dia melakukannya lagi malam ini. Kami harus memberinya selamat,” sambungnya.
“Musim lalu memang sulit dan sama halnya malam ini karena tidak mudah melalui situasi seperti ini. Ini seperti permainan catur,” tutupnya.
Atletico Lagi-Lagi Lolos dari 16 Besar Lewat Adu Penalti
#AtleticoMadridVsPSVEindhoven #Babak16BesarLigaChampions #DiegoSimeone #LigaChampions2016
Komentar
Posting Komentar