Gelandang Paris Saint Germain, Thiago Motta, menyebut Chelsea lebih sulit dikalahkan saat tidak ditangani Jose Mourinho. Kedua tim akan bertemu pekan depan, di babak 16 besar Liga Champions.
Musim lalu, Chelsea dan PSG juga bertemu di babak yang sama. Hasilnya, Le Parisiens lolos dari hadangan Chelsea berkat keunggulan gol tandang. Motta ragu PSG bisa mengulangi hasil musim lalu. Pasalnya, sudah tidak ada Mourinho di bangku cadangan The Blues, melainkan Guus Hiddink.
Dengan keberadaan Mourinho, Chelsea tak mementingkan penguasaan bola dan lebih mengandalkan serangan balik saat menghadapi PSG. Hal itu tak tampak lagi saat ditukangi Hiddink.
“Lebih sulit mengalahkan mereka tanpa Mourinho. Mereka telah mengubah cara bermain. Saat kami menghadapi mereka dua musim terakhir, mereka adalah tim yang bermain dengan mengandalkan serangan balik dan tak mau menguasai bola. Sekarang, mereka berusaha untuk memainkan bola. Laga nanti akan sulit,” kata Motta.
Selain musim lalu, Chelsea dan PSG juga bertemu di Liga Champions dua musim lalu. Saat itu, keduanya selalu bermain alot dalam dua laga perempat final. Kedua tim memiliki skor agregat yang sama dalam dua leg, namun Chelsea berhasil lolos ke semifinal karena aturan gol tandang.
Pada dua musim terakhir, Chelsea masih ditangani oleh Mourinho. Menarik untuk melihat bagaimana kiprah Chelsea tanpa Mourinho saat menghadapi Zlatan Ibrahimovic dkk.
Tanpa Mourinho, PSG Lebih Sulit Kalahkan Chelsea
#ChelseaVsParisSaintGermain #JoseMourinho #ThiagoMotta
Komentar
Posting Komentar