KNVB Ungkap Skandal Pengaturan Skor Tahun 2009


Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) membuka hasil investigasi pengaturan skor di Liga Belanda yang terjadi tujuh tahun silam.


Ibrahim Kargbo, mantan pemain Willem II Tilburg, disebut telah mencoba untuk mengatur hasil akhir laga melawan FC Utrecht pada tahun 2009. Dalam menjalankan aksinya, ia bekerja sama dengan Wilson Raj Perumal, pria asal Singapura yang telah berkali-kali terkait dengan kasus penipuan.


Tak hanya itu, Kargbo juga mengajak Michael Aerts beserta satu pemain lain yang tak diketahui untuk mengalah. Per pemain dijanjikan akan menerima bayaran 25.000 Euro oleh Perumal.


Kendati laga tersebut dimenangi oleh Utrecht 1-0, Perumal enggan membayar uang tersebut karena ingin Willem kalah dengan selisih lebih dari satu gol.


Menurut KNVB, ini adalah pertama kalinya kasus pengaturan skor terjadi di Belanda.


“Kami telah sejak lama diperingatkan bahwa hal ini bisa terjadi di Liga Belanda, tetapi rasanya tetap sulit untuk menerimanya. Semoga saja ini akan membuat Belanda semakin giat untuk melawan kejahatan ini,” ucap direktur operasional KNVB, Gils de Jong, seperti yang dikutip oleh Guardian.


“Bagaimanapun, tak dapat dimungkiri bahwa mereka telah menyepakati hasil pertandingan. Tidak ada bukti legal yang cukup untuk memastikan apakah Aerts terlibat dan orang ketiga masih tidak diketahui,” tambah dirinya.


Kargbo, yang saat ini berumur 33 tahun, diketahui juga mendapatkan sanksi larangan bermain di Sierra Leone akibat pengaturan skor. Sementara, Perumal, yang terlibat lebih dari 100 pengaturan skor di seluruh dunia, dilaporkan pernah dipenjara di Finlandia dan Hungaria.



KNVB Ungkap Skandal Pengaturan Skor Tahun 2009

#IbrahimKargbo #Utrecht #Willem

Komentar