Formasi Permainan yang Membangkitkan Milan


AC Milan mulai beranjak bangkit. Mereka tidak terkalahkan dalam sepuluh pertandngan terakhirnya di semua ajang. Ternyata kebangkitan I Rossoneri tidak lepas dari perubahan formasi yang dilakukan oleh pelatih Sinisa Mihajlovic.


Sebelumnya Milan berniat memakai formasi 4-3-1-2 yang identik dengan mereka pada awal musim. Mereka pun melakukannya, namun hasil yang diraih di Serie A sangat buruk. I Rossoneri menuai empat kekalahan dan tiga kemenangan selama itu.


Milan akhirnya mengubah formasi menjadi 4-3-3 sesudah menyerah menggunakan 4-3-1-2. Tapi, hasilnya sama saja. Performa tim tidak stabil. Terbukti, dalam enam laga di Serie A, mereka hanya menang tiga kali, seri dua kali, dan kalah sekali.


I Rossoneri kemudian memutuskan untuk kembali mengganti formasi permainan. Kini, pola 4-4-2 dipilih. Milan menggunakannya pertama kali ketika menjamu Sampdoria pada pekan ke-14 Serie A. Hasilnya, Carlos Bacca dkk memenangi pertandingan dengan skor 4-1.


Pencapaian apik itu rupanya membuat Milan memantapkan hati untuk memakai pola 4-4-2 hingga kini. Buahnya pun positif. Dalam 12 pertandingan berikutnya di Serie A, I Rosssoneri hanya kalah satu kali. Lima laga lain diakhiri dengan kemenangan serta enam pertandingan lain berakhir seri.


Perubahan ini pun membuat Milan mulai bersaing lagi dalam perebutan tiket ke kompetisi Liga Champions. Mereka kini tinggal berjarak delapan poin dari Fiorentina yang ada di peringkat ketiga. “Milan kini menemukan kestabilan sejak berpindah formasi ke 4-4-2,” kata pakar sepak bola Italia, James Horncastle.



Formasi Permainan yang Membangkitkan Milan

#ACMilan #JamesHorncastle

Komentar