Ada "Perang Saudara" di Wembley Akhir Pekan Ini


Duel Liverpool dan Manchester City di final Piala Liga Inggris akan jadi laga spesial untuk Toure bersaudara. Inilah saatnya Kolo dan Yaya melupakan persaudaraan mereka untuk “saling bunuh” demi jadi juara.


Sama-sama berkarier sebagai pesepakbola, kakak-beradik Kolo Toure dan Yaya Toure, banyak menghabiskan waktu di akademi sepakbola ASEC Mimosas di Pantai Gading, sebelum bermain bareng pertama kalinya di Eropa untuk klub Belgia Beveren.


Setelah itu, Kolo dan Yaya memilih jalan masing-masing. Kolo langsung angkat nama bersama Arsenal sebagai salah satu bek top di Premier League. Sementara, Yaya berkarier dulu bersama Olympiakos dan AS Monaco, sebelum main di Barcelona.


Keduanya kembali berada di satu klub saat Yaya memutuskan gabung Barca pada musim panas 2010, untuk menyusul Kolo yang sudah bergabung semusim sebelumnya.


Tiga tahun bareng sebagai pemain The Citizens, Kolo untuk pertama kali dalam hidupnya harus jadi lawan untuk sang adik, ketika memutuskan pindah ke Liverpool pada musim panas 2013.


Duel kakak-beradik itu boleh jadi akan mencapai puncaknya akhir pekan ini, ketika Kolo dan Yaya bakal beradu untuk memperebutkan trofi Piala Liga Inggris, pada laga yang dihelat di Wembley, Minggu (28/2) malam WIB.


“Jika kami berdua ada di lapangan maka akan sangat luar biasa untuk berhadapan dengannya di final,” ujar Kolo kepada Liverpool ECHO.


“Saya berharap bisa melawannya. Jika tidak, yang terpenting tim saya menang,” sambungnya.


“Saya dan Yaya tidak akan berbicara sebelum hari Minggu nanti – tidak ada telpon-telponan, tidak bertukar sms, tidak ada perasaan apapun.”


“Kami berdua akan berperang. Kami berdua ingin menang dan kami baru akan bicara setelah itu,” tutupnya.



Ada "Perang Saudara" di Wembley Akhir Pekan Ini

#FinalPialaLigaInggris2016 #KoloToure #LiverpoolVsManchesterCity #YayaToure

Komentar