Madrid Castilla Tak Terlalu Mengkilap, Zidane Dianggap Belum Teruji


Zinedine Zidane telah resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Real Madrid. Sosok kontroversial di Piala Dunia 1998 ini menggantikan Rafael Benitez yang dipecat manajemen, Senin waktu setempat.


Menurut catatan FourFourTwo, karier kepelatihan Zidane sendiri sejauh ini belum terlalu istimewa. Meski memiliki reputasi besar saat masih merumput sebagai pemain, nyatanya Zidane masih harus belajar banyak untuk menangani sebuah tim.


Zidane memulai kiprah di bidang kepelatihan pada November 2010 silam. Kala itu, Zidane ditunjuk menjadi penasihat tim utama. Salah satu tugasnya yaitu memantau perkembangan para gelandang Madrid.


Peran tersebut membuat Zidane lebih banyak terlibat di dalam tim. Pemain berdarah Aljazair ini ikut serta dalam rapat tim jelang pertandingan dan pertemuan dengan tim pertama.


Delapan bulan kemudian, manajemen Madrid mengumumkan bahwa Zidane ditugaskan menjadi direktur olahraga klub yang baru. Dan pada 2013 lalu, Presiden Madrid, Florentino Perez, menempatkan Zidane sebagai asisten pelatih Carlo Ancelotti.


Juni 2014, Zidane akhirnya ditunjuk sebagai pelatih utama Madrid Castilla (tim B). Di sini, Zidane berkesempatan untuk melatih langsung putra pertamanya, Enzo.


Namun bila dilihat dari hasil akhir, Madrid Castilla juga tidak terlalu istimewa di tangan Zidane. Musim lalu, Castilla gagal mencapai babak play-off untuk promosi ke Divisi Segunda.


Pengaruh sang legenda juga tidak cukup kuat. Salah satunya, Madrid Castilla hanya mendapatkan 37 poin dari kemungkinan 57 poin. Kendati demikian, Zidane masih bertahan posisinya sebagai pelatih Madrid Castilla.


Namun takdir akhirnya mengantarkan Zidane untuk mewujudkan impiannya untuk melatih tim utama Madrid. Mampukah Zidane menorehkan prestasi seperti Pep Guardiola bersama Barcelona? Kita tunggu saja kiprahnya.



Madrid Castilla Tak Terlalu Mengkilap, Zidane Dianggap Belum Teruji

#DivisiPrimera #RealMadrid #RealMadridCastilla #ZinedineZidane

Komentar