Kehidupan menjadi pesepak bola yang bergemilang uang dan ketenaran tidak selamanya menyenangkan. Kapten AS Roma, Francesco Totti merasakannya. Totti mesti membayar polisi untuk mengamankan anaknya dari target penculikan.
Berita dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport berdasar pengakuan seorang tersangka kasus Mafia Capitale bernama Luca Odevaine. Dia menyebutkan bahwa Totti rela membayar kepada oknum polisi agar menjaga keamanan anaknya, Cristian.
“Benar bahwa ada petugas yang menjaga anak Totti. Namun, hal itu terjadi di luar jam kerja mereka. Totti membayar mereka sendiri,” kata Odevaine.
Dikatakan oleh Odevaine bahwa Totti terpaksa melakukannya karena mendengar kabar yang menyebutkan ada seorang ultras Roma yang keluar dari penjara ditawari uang sebesar 50 ribu dollar Amerika Serikat (sekitar Rp680 juta) untuk menculik Cristian.
Mendengar itu, Totti segera melakukan langkah antisipasi. Pada 2008 hingga 2010, dia harus membayar sejumlah polisi untuk menjaga keamanan anaknya. Dia melakukannya dengan meminta tolong pelatih kebugaran Roma, Vito Scala, untuk berbicara kepada Odevaine.
“Dia meminta kejelasan dari saya tentang hal itu. Saya kemudian membicarakannya dengan Petugas Luongo, walikota Roma saat itu, dan kepala polisi Cavaliere. Luongo memutuskan tidak perlu membuat komite khusus. Maka, beberapa petugas yang hampir pensiun dimintanya untuk melakukan penjagaan di luar jam kerja. Totti membayar mereka secara langsung. Dia memberi saya uang setiap bulan dan meminta para petugas itu menjaga usai waktu bekerja,” kata Odevaine.
Totti Membayar Polisi Untuk Menjaga Anaknya Dari Penculikan
#ASRoma #FrancescoTotti #LucaOdevaine #VitoScala
Komentar
Posting Komentar