Salah satu kejutan terbesar di Premier League adalah penurunan performa striker Fernando Torres. Usai pindah ke Chelsea dari Liverpool pada tengah musim 2010-11, Torres mendadak kehilangan kemampuan apiknya dalam mencetak gol. Mantan rekan setimnya di The Blues, Didier Drogba menilai posisi Torres di tim barunya berpengaruh besar.
Sebelumnya Torres merupakan salah satu penyerang paling berbahaya di Premier League. Torres pernah membuat 24 gol di Premier League 2007-08 bersama The Reds. Hal itu meneruskan ketajamannya di Atletico Madrid. Di sana pemain berjuluk El Nino ini juga selalu bisa mencetak gol dalam jumlah banyak.
Maka, ketika pindah ke Chelsea dan melempem banyak pihak yang terheran-heran. Bagaimana bisa pemain setajam Torres tiba-tiba kesulitan membuat gol? Drogba menyebut Torres tidak menjadi prioritas di Chelsea sehingga sukar membuat gol.
“Dengan segala hormat kepada Liverpool, di klub itu Torres dan Steven Gerrard adalah raja,” papar Drogba di dalam biografinya yang berjudul Commitment. “Di Chelsea ada 22 raja. Jadi, saya sangat bersimpati kepada Fernando karena hal itu menyulitkannya.”
Drogba menambahkan ketiadaan perlakukan spesial kepada Torres terwujud nyata di atas lapangan. The Blues tidak menggantungkan permainan kepadanya saja.
“Di Liverpool, tim menjadikannya sebagai striker utama. Itu bukan karena pemain lain tidak mampu membuat gol. Mereka sanggup. Tapi mereka memberinya umpan. Mereka merancang tim dengan tujuan membuatnya membuat gol. Hal seperti itu tidak ada di Chelsea,” papar Drogba.
Di Chelsea, Torres hanya membuat 20 gol di Premier League selama 3,5 musim. Jumlah itu menurun drastis dari pencapaiannya di Liverpool yang mencapai 65 gol dalam jangka waktu yang sama. Torres kini bermain untuk Atletico Madrid.
Penyebab Torres Melempem Di Chelsea
#Chelsea #DidierDrogba #FernandoTorres #Liverpool
Komentar
Posting Komentar